Kamis, 29 Maret 2018

Rangkuman Per Bab Novel "Kau Aku dan Sepucuk Angpau Merah" karangan Tere Liye





Prolog
Usia enam tahun, aku suka memikirkan hal-hal aneh. Salah satunya aku pernah sibuk memikirkan: Jika kita buang air besar di hulu Kapuas, kira-kira butuh berapa hari kotoran itu akan tiba di muara sungai, melintas di depan rumah papan kami?
”Kau ada-ada saja, Borno. Urusan kotoran saja kau lamunkan.”  Bapak bukannya menjawab, malah tergelak, sibuk membereskan jaring. Aku pindah bertanya pada Ibu.
”Borno, jangan tanya macam-macam! Melihat tingkah kau satu macam saja Ibu sudah pusing.” Ibu melotot, menyuruhku bergegas mengantar pesanan.

Sabtu, 17 Juni 2017

Meme X MIPA 3 Periode 2015/2016 SMA Negeri 2 Kuningan


Kutipan Motivasi


1. Hari ini harus leih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini, dan jadikanlah hari-hari menjadi lenih baik semampu apa yang kita bisa untuk meraih masa depan gemilang.

Jumat, 16 Juni 2017

Laporan Praktikum Sistem Pernafasan



Tes Kesegaran Jasmani
      A.    Tujuan
Menghitung frekuensi denyut nadi dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi frekuensi denyut nadi.

      B.     Alat
Stopwatch dari Handphone


      C.    Cara Kerja

1.      Tempelken ujung ibu jari kanan pada pergelangan tangan kiri dan tekanlah sedikit sehingga terasa denyut nadi.
2.      Hitunglah frekuensi denyut nadi selama 1 menit. Catatlah datanya pada tabel.
3.      Lakukan kegiatan olahraga seperti berlari, meloncat, push-up, dan sebagainya sampai nafas terengah-engah.
4.      Hitunglah kembali frekuensi denyut nadi setelah berolahraga selama 1 menit. Catatlah datanya pada tabel.
5.      Beristirahatlah selama 3 menit setelah berolahraga.
6.      Hitunglah kembali frekuensi denyut nadi selama 1 menit. Catatlah datanya pada tabel.
7.      Bandingkan data frekuensi denyut nadi yang telah didapat.

      D.    Hasil Pengamatan
Data Denyut Nadi

Tingkat Pengguna Narkoba di Kalangan Pelajar di Kabupaten Kuningan


Tingkat pengguna narkoba di kalangan pelajar di kabupaten kuningan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu di kemukakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Novi Khusnul Khotimah pada wawancara yang di lakukan murid SMA Negeri 2 Kuningan (16/05/2017).

Wawancara BNN Kabupaten Kuningan (Tugas Basa Sunda Kelas XI)



Wawancara


  1.      Poe, tanggal                : Senen, 16 Mei 2017
  2.      Waktos                        : 16.00 s.d. selesai
  3.      Tempat                        : Gedung BNN Kuningan
  4.      Narasumber                 : Novy Khusnul Khotimah
  5.      Daftar partanyaan       :

Rabu, 14 Juni 2017

Conto Iklan Sosial jeung Komersial Basa Sunda




Teks Eksposisi Basa Sunda "Kaitan antara Gedung Paseban Tri Panca Tunggal jeung Kabudayaan Sunda di Kabupaten Kuningan"



Kaitan antara Gedung Paseban Tri Panca Tunggal jeung Kabudayaan Sunda
di Kabupaten Kuningan

 Sumber foto: thearoengbinangproject.com

Gedung Paseban Tri Panca Tunggal mangrupakeun gedung sajarah sakaligus salah sahiji pusat kabudayaan di Kabupaten Kuningan nu alamatna di Kampung Wage, Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Gedung Paseban Tri Panca Tunggal diresmikeun ku pamarentah salaku Cagar Budaya Nasional dina tanggal 14 Desember 1976. Ngaran ieu gedung teh asalna tina kecap “Paseban” nu hartina partemuan, “Tri” nu disusun ku unsur rasa-budi-pikir, “Panca” nu maksudna panca indra, jeung”Tunggal” nu maksudna Maha Tunggal. Paseban Tri Panca Tunggal ngandung filosofi yen lamun manusa geus bisa ngaharmoniskeun antara rasa-budi-pikir ku cara diimplementasikeun ku panca indra, eta manusa teh geus bisa nganunggalkeun kanu Maha Tunggal.

Teks Deskripsi Basa Sunda "Babancakan Kaulinan Tradisional Baheula"



Babancakan Kaulinan Tradisional Baheula

Foto dari sumber :  rjsyahrulloh.blogspot.com

Baheula ari Babancakan teh mangrupakeun kaulinan tradisional anu sok dipaenkeun ku barudak. Bababancakan ieu teh cara maena hampir sarua jeung ucing sumput, ngan Babancakan mah ngagunakeun beubeulahan genteng pikeun nangtukeun sabaraha lila ucing ngabereskeunanna jeung nu lain ucingna nyumput. Biasana kaulinan ieu teh sok dipaenkeun sanggeus balik sakola atawa sore-sore nepi ka burit.

Biasana lamun rek Babancakan teh, karumpul heula di lapang. Satacan mulai, kudu nyiapkeun alat-alat saperti beubeulahan genteng jeung batu. Beubeulahan genteng dipake pikeun nangtukeun sabaraha lila ucing ngabereskeunana jeung nu lain ucingna nyumput. Lobana beubeulahan genteng minimal aya tujuh. Lamun beubeulahan gentengna teu aya, bisa diganti ku sendal atawa beubeulahan keramik. Eta beubeulahan genteng teh ditumpuk ka luhur. Lamun batu dipake pikeun ngarobohkeun tumpukan genteng. Batu na mah cukup hiji nu gedenana sakeupeuleun leungeun.

Contoh Prosedure Text "How to Make Onigiri"



How to Make Onigiri


Materials:
1.      Rice
2.      Seaweed
3.      Chicken shred
Other Materials:
1.      Water
2.      Salt
3.      Cooking oil

Tools:
1.      Plastic
2.      Plates
Other Tools:
1.      Washbasin
2.      Rice cooker
3.      Frying pan
4.      Stove
5.      Spatula

Contoh Report Text "Edelweiss"



EDELWEISS



Edelweiss (sometimes written eidelweis) or Edelweiss Java (Javanese edelweiss), also known as the Bunga Abadi Anaphalis javanica has a Latin name, is a plant endemic zones alpina / montana in various high mountains of Indonesia. This plant can reach a maximum height of 8 m with a trunk reaching for the human foot, although generally not exceed 1 m. Plants that flower often seen as a symbol of love, sincerity, sacrifice, and eternity is now categorized as rare plants. Edelweiss is also a pioneer plant for young volcanic soils in mountain forests and able to maintain its existence in a barren land, being able to form mycorrhizae with certain soil fungi that effectively expand the area covered by the roots and increase efficiency in the search for nutrients.

Resensi Film Indonesia "Jingga" (Tugas Bahasa Indonesia Kelas XI SMA 2017)



RESENSI FILM
 
 
Judul Film                   : Jingga                                   
Sutradara                     : Lola Amaria                         
Produser                      : Lola Amaria
Musik                          : Thoersi Argeswara
Tanggal Rilis               : 25 Februari 2016
Genre                          : Drama
Pemeran                      :
1.      Hifzane Bob sebagai Jingga
2.      Keke Soeryo sebagai Fusia, ibu Jingga
3.      Ray Sahetapy sebagai Ireng, ayah Jingga
4.      Qausar Harta Yudana sebagai Marun
5.      Hany Valery sebagai Nila
6.      Aufa Assagaf sebagai Magenta
7.      Joshua Pandelaki sebagai Pak Kirmizi
8.      Isa Raja Loebis sebagai Kang Gory
9.      Meirayni Fauziah sebagai Violet, adik Jingga
10.  Nina Tamam sebagai ibu Nila

Sinopsis                       :
            Menceritakan tentang empat remaja tunanetra yang membentuk grup musik di SLB tempat mereka bersekolah, yaitu Jingga, Marun, Nila, dan Magenta, serta perjuangan ibunda Jingga dalam membantu anaknya menemukan kembali kegembiraan dan dunianya setelah Jingga divonis buta.

Resensi                                    :
            Film “Jingga” ditulis, diproduseri, dan disutradarai oleh Lola Amaria. Ia menulis naskah film ini bersama Gunawan Raharja. Lola Amaria menghadirkan empat pemain yang terbilang baru, yakni Hifzane Bob, Hany Valery, Qausar Harta Yudana, dan Aufa Assegaf. Ia memilih pemain baru karena ingin meyakinkan penonton bahwa mereka benar-benar disabilitas. Film ini mendapat penghargaan sebagai Film Terpuji pada ajang Festival Film Bandung tahun 2016. Selain itu film ini mendapatkan beberapa penghargaan pada ajang Indonesia Movie Aktor Awards tahun 2016 yang diraih oleh Hany Valery sebagai Pendatang Baru Terbaik dan Terfavorit, Lola Amaria sebagai Sutradara Terpuji, dan Thoersi Argeswara sebagai Penata Musik Terpuji.

Jumat, 02 Desember 2016

Artikel/Karangan Essai Geografi Bertema "Penggunaan SDA yang Dapat Dipertanggungjawabkan"

Penggunaan Sumber Daya Hutan Indonesia Berwawasan Lingkungan
(Egi Rais R)



Hutan adalah suatu tempat yang didominasi oleh tumbuhan atau pepohonan dalam cakupan daerah yang cukup luas. Hutan sendiri merupakan sumber daya alam di mana di dalamnya terdapat banyak potensi yang dapat diolah dan dimanfaatkan oleh manusia. Pengertian hutan dalam peraturan perundang-undangan terdapat dalam Pasal 1 butir 2 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yakni sebagai berikut: ”suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.”

Nganalisis Novel Sunda "Kakaren Revolusi" (Tugas B. Sunda Kelas XI)



NGANALISIS NOVEL


       A.    Rincian
1.      Judul                           : Kakaren Revolusi
2.      Pangarang                   : Tatang Sumarsono
3.      Panerbit                       : PT. Dunia Pustaka Jaya
4.      Alamat Panerbit          : Jl. Gumuruh No. 51 , Bandung 40275
5.      Ilustrasi Jilid                : Ayi R. Sacadipura
6.      Citakan                        : ka-1, 2012
7.      Jumlah Kaca                : 160

Kumpulan Pantun sesuai dengan Jenis-Jenis Pantun terbaru 2016



Pantun Nasihat
Orang baik main gitar
berlatih terus sampai fajar
Ingin jadi orang pitar
jangan lupa rajin belajar

Pantun Suka Cita
Jika orang ingin cuti
Itu waktunya untuk bersantai
Alangkah senangnya hati
pergi berlibur ke tepi pantai

Pantun Jenaka
Mencari ikan di rawa-rawa
Hanya mendapatkan bola pingpong

Biografi Tokoh : Moh. Hatta (Singkat, Padat, dan Jelas)



Biografi adalah catatan perjalanan kehidupan seorang tokoh yang biasanya tokoh tersebut memiliki prestasi atau pengaruh bagi banyak orang. Berikut contoh biografi yang telah dirangkum dari berbagai sumber.



Muhammad Hatta : Bapak Koperasi Indonesia



Hatta dilahirkan pada 12 Agustus 1902 di Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat) dengan nama Muhammad Athar. Ia merupakan putra dari pasangan Mohammad Djamil asal Batu Hampar, Akabiluru, Lima Puluh Kota dan Siti Saleha asal Kurai, Bukittinggi.[2] 

Minggu, 16 Oktober 2016

Laporan Praktikum Biologi : Mengamati Sel Gabus Tumbuhan



LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI
XI MIPA 4
Mengamati Sel pada Gabus Kayu
   






Disusun oleh     :
1.     Adi Kurniawan
2.     Amelia Sri Apriliani
3.     Asep Purnama
4.     Egi Rais R.
5.     Ghina Hasna
6.     Patrisia Sandra G.


SMA NEGERI 2 KUNINGAN
JL. Arujikartawinata No.16 Kuningan 45511 Telepon (0232) 871063



KATA PENGANTAR


            Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan data dari hasil praktikum yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Makalah ini berjudul “Laporan Hasil Praktikum Mengamati Sel pada Gabus.” Dan kami berterima kasih kepada Pak Maman Lesmana, S.Pd karena telah membimbing kami dalam pembelajaran ini.
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna, karena masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, baik dalam segi penyajian maupun  dari isinya sendiri. Hal ini dikarenakan pengetahuan dan kemampuan penulis yang masih terbatas.

            Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan mengenai pembelajaran kimia. Kami juga menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna maka dari itu, kami berharap adanya kritik dan saran untuk pembuatan makalah di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa ada saran yang membangun.
            Semoga makalah ini dapat dipahami oleh siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf jika banyak kesalahan perkataan yang kurang berkenan.





Kuningan, Agustus 2016


                                                                                                            Penulis



APRESIASI PAGELARAN DRAMA SUNDA : "Nagri Katumbiri"



FORMAT LAPORAN APRESIASI PAGELARAN DRAMA SUNDA


   1.      Judul Drama                : Nagri Katumbiri
   2.      Sutradara                     : Ebod Espede
   3.      Naskah                         : Nazarudin Azhar
   4.      Parapalaku
a.      Utama                   : Bima Sabda Langit
b.      Panambah              : Dudung
  Seniwati
  Darma
  Supinah
  Dukun
  Lalaki 1
  Lalaki 2
  Awewe
  Mahasiswa 1
  Mahasiswa 2
  Mahasiswa 3
  Mahasiswa 4
   5.      Pasipatan Palaku
a.       Utama
1.      Bima Sabda Langit sipatna paduli ka nagara jeung rakyat sarta ngabogaan rasa patriotisme nu gede, pangecut.
Bukti : anjeunna ngilu ngabela nagara pikeun ngalawan otoriter nu jahat nepi ka maotna, sanajan ahirna manehna masrahkeun diri paeh sangkan dikenang.

Conto Sajak Sunda



WARISAN BAPA
Kenging: Ato Suharto


Boblokot ku kesang
Sirah dijeun suku
Teu gedag ku rasa hoream
Ikhlas lain reka nu dipulas
Anjeun nyorang harungan
Pikeun kuring sangkan hirup sugema

Drama Talk Show Bahasa Inggris (Geosfer Talk Show : "Traditional Games of Indonesia")


A.    CHARACTER

      1.      MC                              : Rekha Monika S
      2.      Pemerhati Anak          : Hamda Gustian A
      3.      Dokter Anak               : Egi Rais R
      4.      Penyanyi Cilik            : Yuniar
      5.      Penonton                     : Ani Siti N




      B.     DRAMA TEXT

MC               : Good morning Indonesia. Come back with me Rekha M S in the most spectacular event in the world. Here is ... "Geosfer Talk Show". On this occasion we will discuss a theme titled "Traditional Games of Indonesia". We welcome the chairman of the National Commission Child, Mr. Hamda Gustian A!

MC                  : Good morning! Sit down, please.

Hamda             : Yes, thank you.

MC                  : How are you today?

Hamda             : I’m fine, thank you.

MC                 : OK, the show's theme this time is "Traditional Game of Indonesia". According to your opinion, what is a traditional game?