Sabtu, 05 Desember 2015

Kumpulan Peribahasa Bahasa Indonesia Lengkap (Bagian 6)

Apa kabar semua? Ini kumpulan peribahasa bagian 6, kelanjutan yang sebelumnya. Semoga bermanfaat!


>>mengepit daun kunyit, Mk pb
memuji-muji diri sendiri

>>mengepit kepala harimau
menakut-nakuti orang lain

>>menggali lubang menutup lubang
meminjam uang untuk membayar utang

>>menggantang anak ayam
melakukan pekerjaan yang tidak mungkin atau sia-sia untuk dikerjakan

>>menggaut laba dengan siku
selalu hendak mencari untung banyak, tidak peduli apakah orang lain akan menderita karena perbuatannya itu

>>menggenggam erat membuhul mati
memegang janji (putusan, nasihat, dsb) erat-erat

>>menggenggam tiada tiris
sangat menghemat

>>menggeriak bagai anak nangui
orang yang beranak banyak, tetapi malas mencari nafkah

>>menggolek batang terguling
melakukan pekerjaan yang mudah

>>menggunting dalam lipatan
mencelakakan kawan (saudara dsb) sendiri

>>menggunting dalam lipatan
mencelakakan kawan sendiri

>>menghadapkan bedil pulang
merugikan (mencelakakan) keluarga sendiri

>>menghambat kerbau berlabuh
mencegah sesuatu yang akan mendatangkan keuntungan atau kesenangan kepada orang

>>menghapus(kan) arang di muka
menghilangkan malu

>>menghasta kain sarung
perbuatan yang sia-sia

>>menghendaki urat lesung
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin

>>mengisap (mencarak, mencucup) benak
terlalu banyak mengambil keuntungan dari orang lain (mengisap darah)

>>mengisi gantang pesuk
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mengisi perian bubus
pekerjaan yang sia-sia

>>mengorek lubang ulat
sengaja mencari lantaran bertengkar

>>menguak-nguak bagai hidung gajah
bernapas terengah-engah

>>mengukir langit
mengerjakan sesuatu yang sia-sia

>>mengukur baju di badan sendiri
menentukan baik buruknya sesuatu menurut perasaan diri sendiri

>>mengungkit batu di bencah
melakukan pekerjaan yang sukar

>>mengunyah orang bergigi
mengajar (memberitahu) orang yang sudah tahu

>>mengusir asap, meninggalkan api
mencari sesuatu yang kurang penting dan meninggalkan yang lebih penting

>>menimbang sama berat
menjatuhkan hukuman dengan adil, tidak berat sebelah

>>menjalankan jarum halus
mengenakan tipu muslihat yang lain

>>menjangkau sehabis tangan
berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai maksud

>>menjaring angin
perbuatan yang sia-sia belaka

>>menjemur bangkai ke atas bukit
memperlihatkan cela (air, cacat) sendiri

>>menjilat air liur
berbalik memuji sesuatu yang sebelumnya telah dicela; menarik kembali ucapan (janji dsb) yang pernah dikatakan

>>menjilat keluan bagai kerbau
sangat kecewa karena tak sampai maksudnya

>>menjilat ludah
menarik kembali apa yang telah diucapkan

>>menjolok sarang tabuhan
sengaja mencari bahaya atau kesusahan

>>menjolok sarang tabuhan
berbuat sesuatu yang mendatangkan bahaya

>>menjual bedil kepada lawan
mencelakakan diri sendiri

>>menjual petai hampa
membual; beromong kosong

>>menjunjung -, mencencang berlandasan
jika ingin melakukan suatu pekerjaan, sediakanlah lebih dahulu alat-alatnya dengan lengkap

>>menjunjung sangkak ayam
mendapat malu besar

>>menohok kawan seiring
mencelakakan kawan sendiri

>>menohok kawan seiring , menggunting dalam lipatan
mencelakakan teman sendiri

>>mensiang yang baru dicari, kampil 'lah sudah dahulu
rundingan baru akan dimulai, tetapi keputusannya telah diambil terlebih dahulu

>>menumbuk di lesung , bertanak di periuk
adat itu berdasar pada kebiasaan yang sudah semestinya

>>menumbuk di periuk , bertanak di lesung
melakukan sesuatu yang menyalahi kebiasaan

>>menunggu angin lalu
menunggu dengan sia-sia

>>menunggu laut kering
pekerjaan yang sia-sia

>>menunjukkan ilmu kepada orang menetak
nasihat yang baik itu tidak berguna bagi orang yang tidak mau menggunakannya

>>menyandang lemang hangat orang
menderita akibat perbuatan orang lain

>>menyandang lukah tiga
melakukan pekerjaan yang sulit meskipun tidak berat

>>menyanyikan lagu lama (kuno)
mengutarakan pendapat yang telah usang atau sudah sering dikatakan orang

>>menyauk keringmenyaukkering, membeli habismenyaukhabis
jika menyelidiki (menuntut ilmu dsb), hendaknya sedalam-dalamnya

>>menyeladang bagai panas di padang
suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

>>menyeladang bagai panas di padang
suatu kejadian yang terjadi secara merata di mana-mana

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyelami air dalam tonggak
amat sukar mengajuk hati orang

>>menyeluduk sama bungkuk, melompat sama patah
(persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

>>menyeluduk sama bungkuk, melompat sama patah
(persahabatan yang) seia sekata, sehina semalu

>>menyenduk kuah dalam pengat
pekerjaan yang sia-sia saja

>>menyinggung mata bisul orang
mengenai apa yang paling sakit (peka) bagi seseorang

>>menyisip padi dengan ilalang
mencampurkan sesuatu yang buruk pada yang baik

>>menyukat penuh sudah
sudah habis kesabaran

>>menyurat di atas air
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>menyuruk di balik lalang sehelai (menyuruk di balik lumbung)
menyembunyikan sesuatu yang mudah atau sudah diketahui orang

>>menyuruk hilangmenyurukhilang, memakan habismenyurukhabis
menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya

>>merah padam muka nya
marah sekali

>>meraih pekung ke dada
sengaja mencari kesusahan (malu dsb)

>>meraih pekung ke dada
sengaja mencari malu atau bencana

>>merajuk kepada yang kasih (sayang)
sesuatu yang tidak mungkin terjadi

>>merantau di sudut dapur, merantau ke ujung bendul
pergi mencari penghidupan ke tempat yang tidak berapa jauh

>>merapat sambil berlayar ( berlayar sambil memapan)
sekali melakukan pekerjaan, dua tiga maksud tercapai

>>merawal memulang bukit, cerana menengah kota
sudah nyata sekali ingin mengajukan suatu permintaan

>>merdesa (di) perut kenyang
adat yang halus hanya dapat dilakukan apabila orang berkecukupan atau kaya

>>merebus tak empuk
tidak berubah pendirian; tetap hati (walaupun digoda dsb); mantap hati

>>meremas santan di kuku
meminta sesuatu kepada orang yang tidak punya (menghendaki sesuatu yang tidak mungkin diperoleh)

>>miang tergeser kena miang , terlanggar kena rabasnya
dikatakan kepada orang yang berkuasa, tidak dapat orang (rakyat) bersalah sedikit pun kepadanya

>>minta dedak kepada orang mengubik
minta pertolongan dsb kepada orang yang tidak punya

>>minta pucuk pada alu (= menghendaki pucuk alu)
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

>>minta sisik pada limbat
menghendaki sesuatu yang mustahil tercapai

>>minum darah orang
banyak merugikan orang dengan mengambil keuntungan yang berlebih-lebih darinya

>>minum serasa duri, makan serasa lilin, tidur tak lena, mandi tak basah
hal orang yang sangat bersusah hati sehingga segala sesuatunya tidak berasa enak

>>minyak dengan air adakah (bolehkah) bercampur? ( minyak dan air masa sama)
orang yang bermusuhan atau yang tidak sehaluan mustahil dapat dicampurkan jadi satu

>>minyak duyung perendang duyung ( minyak kita jua yang digorengkannya)
seseorang yang telah menghabiskan harta tuannya

>>minyak habis sambal tak enak
dikatakan untuk menyatakan kekecewaan dalam perjodohan anak dengan menantu

>>misai bertaring bagai panglima, sebulan sekali tak membunuh orang
rupa saja yang hebat dan garang, tetapi berhati penakut

>>monyet mendapat bunga, adakah ia tahu akan faedah bunga itu?
tidak tahu menghargai suatu barang yang bagus

>>mu-rah di mulut mahal di timbangan
mudah mengatakan, tetapi sukar melakukannya

>>mudah juga pada yang ada, sukar jua pada yang tidak
pada orang kaya adat apa pun juga mudah diisinya sedangkan pada yang miskin segalanya susah

>>mudik menyongsong arus, hilir menyongsong pasang
tentang usaha yang mendapat rintangan dari kiri dan kanan namun diteruskan juga

>>mujur Pak Belang
untung-untungan; jika hendak mujur, harus menunggu waktu lama

>>mujur sepanjang hari malang sekejap mata
jika malang akan menimpa dalam sesaat saja mungkin terjadi, tetapi tidak mendapat

>>mujur tidak boleh diraih, malang tidak boleh ditolak
tidak dapat berbuat apa-apa lagi kalau takdir sudah demikian

>>muka bagai ditampar dengan kulit babi
hal orang yang tidak tahu malu; seseorang yang kelihatannya senang dan kaya, tetapi yang sebenarnya hidup dengan utang

>>muka licin, ekor berkedal
lahirnya tampak baik, tetapi batinnya jahat

>>mulut bagai ekor ayam diembus
seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)

>>mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak
rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup

>>mulut bau madu, pantat bawa sengat
mulut manis, tetapi hati busuk

>>mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak ( mulut manis hati berkait)
manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya

>>mulut kamu, harimau kamu
keselamatan dan harga diri kita bergantung pada perkataan kita sendiri

>>mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak
rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain

>>mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap
jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi

>>mulut manis mematahkan tulang
perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut)

>>mulut satu lidah bertopang
perkataan berbeda dengan isi hati

>>mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)
perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

>>mulut terdorong, emas padahan nya,
pb perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

>>mulut terdorong, emas padahan nya,
pb perkataan yang telah terucapkan, emaslah tentangannya (janji harus ditepati)

>>mumbang ditebuk tupai
dikatakan kepada anak perempuan yang masih kecil, tetapi sudah rusak

>>mumbang jatuh kelapa jatuh
semua yang hidup akan mati (tidak memandang umur dsb)

>>murah di mulut, mahal di timbangan
banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati

>>musang berbulu ayam
orang jahat berlaku sebagai orang baik

>>musang terjun, lantai terjungkat
terdapat tanda-tanda kejahatan yang telah diperbuat

>>musim kemarau menghilirkan baluk
melakukan usaha yang tidak sesuai dengan musimnya (waktunya)

>>musuh dalam selimut
musuh yang amat dekat (dari lingkungan keluarga sendiri dsb)

>>musuh jangan dicari-cari, bersua jangan dielakkan
jangan dicari-cari permusuhan itu, tetapi jika ia datang jangan pula berasa takut

**n
ikan bawal hitam
**n
kegemparan
**n
barang-barang yang sudah rusak sama sekali; rombengan; rongsokan

>>nafsu nafsi, raja di mata, sultan di hati
berbuat sekehendak hati sendiri

>>napas tidak sampai ke hidung
sibuk sekali

>>nasi - tidak termakan
tidak dapat merasakan (mengenyam) apa yang didapatnya; belum menjadi rezekinya

>>nasi sudah menjadi bubur
perbuatan yang sudah terlanjur dan tidak dapat diperbaiki lagi

>>neraca palingan bungkal, hati palingan Tuhan
pikiran atau pendirian orang mudah berubah-ubah

>>neraca yang palingan, bungkal yang piawai
sangat adil dalam memberikan hukuman atau putusan (hakim)

>>nibung bangsai bertaruk muda
orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda

>>ningan, dipakai untuk bumbu atau obat; laos;
lihat

>>nyamuk mati gatal tak lepas
menaruh dendam kepada orang yang berbuat jahat meskipun orang itu sudah dihukum

>>nyawa bergantung di ujung kuku
dalam keadaan yang sulit dan berbahaya

>>obat jauh penyakit hampir
dalam kesusahan sukar mendapatkan pertolongan; berada dalam kesukaran

>>ombak nya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan
telah kedengaran beritanya, tetapi belum ada buktinya

>>ombak yang kecil jangan diabaikan
perkara kecil yang mungkin mendatangkan bahaya perlu diperhatikan juga

>>orang - beranak tak boleh disuruh
pekerjaan yang tidak tetap selalu mendatangkan rugi

>>orang berdendang di pentas nya
orang laki-laki berkuasa dalam rumah tangganya

>>orang berdendang di pentasnya
orang berkuasa di rumahnya masing-masing

>>orang berdendang di pentasnya, orang beraja di hatinya
menurutkan rasa (sesuka) hati masing-masing

>>orang dahaga diberi air
menolong orang yang kesusahan; memberi pelajaran kepada orang yang sungguh-sungguh ingin menambah pengetahuannya

>>orang haus diberi air, orang lapar diberi nasi
mendapat apa yang sangat diinginkan

>>orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba
orang mendapat keuntungan besar berlimpah-limpah, awak mendapat keuntungan kecil saja

>>orang mengantuk disorongkan bantal
memperoleh apa yang diinginkannya

>>orang muda selendang dunia, orang kaya suka dimakan
(untuk puji-pujian maksudnya) orang muda perhiasan dunia, orang kaya yang pemurah

>>orang pembuat periuk, bertanak di tembikar
yang membuatnya sendiri biasanya tidak memakai buatannya yang baik, melainkan memakai buatannya yang buruk-buruk

>>orang penggamang mati jatuh
siapa yang tidak memiliki keberanian tidak akan sampai maksudnya

>>orang terpegang pada hulu nya, awak terpegang pada matanya
dalam perjanjian atau perkara orang lebih kuat pendiriannya daripada kita

>>orang timpang jangan dicacat, ingat-ingat hari belakang
kecelakaan yang menimpa seseorang jangan terlalu dibicarakan karena boleh jadi kita mengalami hal yang sama di kemudian hari

>>orang tua diajar makan pisang
orang yang sudah tahu (ahli, pandai) tidak usah diajari

>>pacet hendak menjadi ular
orang hina (miskin) berlaku sebagai orang besar (kaya); berharapkan yang bukan-bukan

>>padang perahu di lautan, padang hati dipikirkan
demikian luas hati itu, berapa banyak pikiran masuk di dalamnya tidak akan penuh

>>padi dikebat dengan daunnya
mengusahakan sesuatu dengan modal sendiri

>>padi masak, jagung mengupih
keuntungan yang diperoleh dengan berlipat ganda

>>padi segenggam dengan senang hati lebih baik daripada padi selumbung dengan bersusah hati
kesenangan hati lebih berharga daripada kekayaan

>>padi sekapuk hampa, emas seperti loyang, kerbau sekandang jalang
seseorang yang tampak kaya, tetapi sebenarnya miskin

>>padi selumbung dimakan orang banyak
penghibur bagi istri yang suaminya beristri lebih daripada satu

>>pagar makan padi
orang yang merusakkan barang yang diamanatkan kepadanya

>>pagar makan tanaman
orang yang merusakkan barang yang diamanatkan (dititipkan) kepadanya

>>pahit dahulu, manis kemudian
hendaklah ditentukan syarat-syarat yang nyata dahulu supaya tidak timbul perselisihan di belakang (dalam membuat perjanjian)

>>paksa tekukur, padi rebah, paksa tikus, lengkiang terbuka
sesuatu yang baik atau yang dikehendaki (diingini)

>>panas setahun dihapuskan hujan sehari
kebaikan yang banyak hilang karena kesalahan yang sedikit saja

>>panas tidak sampai petang
bertambah susah

>>pandai - air
pandai memainkan kata (mengambil muka, menjilat) untuk mencapai suatu maksud

>>pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan
menyelidiki sesuatu secara teliti

>>pandang jauh dilayangkan, pandang dekat ditukikkan
memeriksa dengan teliti

>>panjang langkah singkat permintaan
sampai ajalnya

>>pantang kutu dicukur, pantang manusia dihinakan
tiada orang yang mau dihinakan

>>parang gabus menjadi besi
orang yang lemah menjadi orang yang kuat

>>pasang masuk muara
lalu lalang saja (tentang perkataan)

>>pasar jalan karena diturut, lancar kaji karena diulang
orang dapat mahir sesudah kerap kali mengerjakan sesuatu

>>patah batu hatinya
hilang sama sekali kemauannya

>>patah kemudi dengan bam nya
putus harapan; tidak ada harapan sama sekali

>>patah kemudi dengan ebamnya
sudah tidak ada harapan lagi

>>patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati
tidak pandai membela perkaranya (tanda akan kalah dalam berperkara)

>>patah sayap bertongkat paruh
tidak putus-putusnya berusaha menyampaikan maksudnya

>>patah selera banyak makan
pura-pura tidak mau, sebenarnya suka sekali

>>patah tongkat berjeremang ( patah sayap bertongkat paruh; patah tongkat bertelekan)
terus berusaha (bekerja) dengan tidak putus asa

>>patah tongkat berjeremang (bertelekan)
terus berusaha (tidak pernah putus asa)

>>patah tongkat berjermang
pada keadaan bagaimanapun harus terus berusaha dengan giat, jangan sekali-sekali putus asa

>>patah tumbuh hilang berganti
yang hilang (mati) selalu ada penggantinya

>>patah tumbuh hilang berganti
seorang pemimpin apabila meninggal tentu akan ada penggantinya

>>payah-payah dilamun ombak, tercapai juga tanah tepi
setelah beberapa lama menanggung susah, akhirnya tercapai juga cita-citanya

**pb
orang yang kelihatannya baik, tetapi sebenarnya curang

**pb
perkataan (nasihat dsb) yang sia-sia

>>pecah anak buyung, tempayan ada
tidak akan kekurangan perempuan untuk dijadikan istri

>>pecah buyung tempayan ada
tidak akan kekurangan perempuan (yang akan diambil untuk istri)

>>pecah kapi , putus suai
tidak dapat diperbaiki lagi; menderita malu yang bertubi-tubi

>>pecah menanti sebab, retak menanti belah
sekadar menanti kesempatan untuk membalas dendam

>>pecak boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu segiling pecak setepik
sudah mendapat kata sepakat untuk melaksanakan suatu pekerjaan

>>pejatian awak, kepantangan orang
berselisih pendapat dengan orang banyak

>>pekak pembakar meriam
tiap-tiap orang ada gunanya

>>pelanduk di cerang rimba ( pelanduk di dalam cerang)
sangat gelisah ketakutan

>>pelanduk di dalam cerang (di cerang rimba)
kehilangan akal atau gelisah sekali (karena ketakutan, menghadapi bahaya, dsb)

>>pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tak melupakan pelanduk
orang yang berutang biasanya mudah lupa akan yang berpiutang, sebaliknya yang berpiutang tidak lupa akan orang yang berutang kepadanya

>>pelanduk melupakan jerat, tetapi jerat tidak melupakan pelanduk
sudah lupa akan bahaya, tetapi sebenarnya bahaya masih tetap mengancam

>>pelepah bawah luruh, pelepah atas jangan gelak
ingatlah bahwa sekalian yang hidup akan mati

>>pelesit dua sejinjang
perempuan yang bersuami dua

>>pencarak benak orang
orang yang suka mengambil milik orang lain dengan cara yang lalim

>>pendekar elak jauh
orang yang sangat hati-hati dan senantiasa bersiap mengelakkan bahaya yang mengancam,

>>pengaduan berdengar, salah bertimbang
keluh kesah mendapat perhatian dari orang yang berkuasa

>>pengayuh sama di tangan, perahu sama di air
tidak perlu takut-takut (rendah diri) karena sama kekuatannya

>>pepat di luar, rancung (pancunya) di dalam
baik (suci dsb) pada lahirnya, tetapi batinnya (hatinya) jahat

>>pepat kuku seperti bulan tiga hari
amat elok bentuk atau tokohnya

>>perahu bertambatan, dagang bertepatan
usaha dagang yang teratur dan sesuai tempatnya

>>perahu papan bermuat intan
sesuatu yang tidak layak diperjodohkan

>>perahu sudah di tangan, perahu sudah di air
sudah siap sedia segala keperluan untuk melakukan suatu pekerjaan

>>perang bermalaikat, sabung berjuara
Tuhanlah yang menentukan kalah menang

>>perang bermalaikat, sabung berjuara
Tuhanlah yang menentukan kalah menang

>>pergi tempat bertanya, pulang tempat - (berkenaan dengan orang cerdik pandai)
jika akan berangkat, hendaklah meminta nasihatnya dahulu, dan jika pulang, hendaklah memberi laporan kepadanya

>>perkawinan tempat mati
perkawinan yang sungguh-sungguh dilakukan sesuai dengan cita-cita hidup berumah tangga yang bahagia

>>permata lekat di pangkur
tidak pada tempatnya

>>perut panjang sejengkal
merasa kecewa (tidak senang)

>>pijat-pijat menjadi kura-kura
orang hina (bodoh) yang menjadi orang besar

>>pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna
bila hendak melakukan atau mengerjakan sesuatu, hendaknya dipertimbangkan lebih dahulu baik buruknya

>>pikir itu pelita hati
menggunakan akal budi dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan baik menjadikan seseorang lebih bijaksana

>>pilih-pilih ruas, terpilih pada buku
karena terlampau menghendaki yang baik, akhirnya mendapat yang buruk

>>pilih-pilih ruas, terpilih pada buku (terkena buku buluh)
mendapat yang buruk karena terlalu memilih

>>pinang pulang ke tampuk nya
sudah pada tempatnya; sudah cocok benar

>>pinggan tak retak nasi tak dingin
cermat dalam melakukan suatu pekerjaan

>>pipinya sebagai pauh dilayang
pipinya amat elok

>>pipit menelan jagung
mendapat kesusahan karena hendak menyamai orang kaya (besar dsb)

>>pipit pekak makan berhujan
sangat rajin

>>pisang tidak - dua kali
nasib baik biasanya hanya ditemui satu kali

>>potong hidung rusak muka
orang yang berbuat kurang baik terhadap keluarga sendiri akan beroleh malu juga

>>potong hidung rusak muka
perbuatan kurang baik pada kaum keluarganya sendiri sehingga dia sendiri juga mendapat malu

>>pucat seperti mayat
sangat pucat, pucat pasi

>>pucuk dicinta ulam tiba (hendak ulam pucuk menjulai)
mendapat sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan

>>pucuk diremas dengan santan, urat direndam dengan tengguli, lamun peria pahit juga
orang yang tabiatnya jahat, sekalipun diberi kekayaan dan pangkat, sifatnya tidak akan berubah

>>pucuk layu disiram hujan
orang susah mendapat kesenangan

>>pukat terlabuh, ikan tak dapat
pekerjaan yang sia-sia belaka

>>pukul anak menyindir menantu
mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan-perkataan itu ditujukan kepada orang lain

>>pukul anak sindir menantu
mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain

>>pukul anak, sindir menantu
menyindir seseorang dengan mengata-ngatai atau memarahi orang lain

>>pulau sudah lenyap, daratan sudah tenggelam
sudah tidak ada harapan lagi (gagal sama sekali)

>>punggung parang sekalipun jika selalu diasah, akan tajam juga
sebodoh-bodoh orang, apabila selalu belajar, akan pandai juga

>>punggur rebah belatuk menumpang mati
jika orang yang menjadi pelindung (seperti majikan dsb) jatuh, anak buahnya pun akan menderita akibatnya

>>punggur rebah, belatuk menumpang mati
bencana yang menimpa orang besar, orang bawahannya turut terkena akibat buruknya

>>pusat jala pumpunan ikan
(menjadi) tempat berkumpul atau menjadi pusat berbagai-bagai hal (urusan); pusat pemerintahan

>>putih tapak nya lari
berlari cepat (karena ketakutan)

>>putus kelikir , rompong hidung
sesuatu yang hendak dikuasai menjadi terlepas sama sekali

>>puyu di air jernih
hidup dalam kesenangan

>>ragang gawe
memperkosa wanita

>>raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah
raja yang adil disayangi dan raja yang zalim dibenci

>>rajin mengais tembolok berisi
kalau rajin bekerja (mencari nafkah), rezeki akan bertambah

>>ramai beragam , rimbun menyelara
setiap orang mempunyai pendapat dan kegemaran masing-masing

>>rambut sama hitam hati masing-masing
tiap-tiap orang mempunyai pendapat yang berlainan

>>rambut sama hitam, hati masing-masing
setiap orang mempunyai pendapat (kemauan) masing-masing

>>rasa tak mengapa hidung dikeluani
orang yang kurang pikir atas sesuatu yang terjadi pada dirinya sehingga mendapat susah juga

>>rasam minyak ke minyak, rasam air ke air
orang mencari (kembali kepada) golongannya masing-masing

>>rebung tak miang , bemban pula miang
orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah, tetapi yang patut susah malahan berdiam diri

>>rebung tidak jauh dari rumpun
tabiat anak tidak jauh berbeda dari tabiat orang tuanya

>>redup atau panas keras
hidup atau mati; untung-untungan

>>rentak sedegam, langkah sepijak
seia sekata; mufakat

>>retak menanti belah
perselisihan yang akan menjadi perkelahian (perang, perceraian, dsb)

>>retak menanti belah
perkara kecil yang mungkin menjadi besar; tinggal menantikan timbulnya bencana yang lebih besar (kematian dsb)

>>retak-retak mentimun
retak halus-halus di luar saja

>>rezeki elang tak akan dapat (dimakan) oleh musang (burung pipit)
setiap orang ada keuntungannya masing- masing

>>rindu jadi batasnya maka manis tak jadi cuka
jangan terlalu mesra bergaul dengan seseorang sebab pergaulan seperti itu kerap kali menimbulkan dendam kesumat

>>ringan sama dijinjing, berat sama dipikul
persahabatan yang karib, baik dalam kesenangan maupun dalam kesusahan

>>rongkong menghadap mudik
mudah mendapat rezeki

>>rugi menentang laba, jerih menentang boleh
supaya maksud kita tercapai, kita harus mau berusaha (bersusah payah) dahulu

>>rumah gedang ketirisan
istri yang tidak mampu mendatangkan kebahagiaan kepada suami

>>rumah sudah, tukul berbunyi
memajukan keterangan dsb sesudah perkara diputuskan

>>rumah terbakar tikus habis ke luar
1 uang habis, tetapi yg dikehendaki tidak diperoleh; 2 apabila terjadi kerusakan di suatu daerah, semua penduduknya berbondong-bondong pindah ke tempat lain

>>rumput mencari kuda
perempuan yang mencari laki-laki

>>runcing tanduk
sudah terkenal kejahatannya

>>runcing tanduk (bengkak kening)
sudah terkenal jahatnya

>>rupa boleh diubah, tabiat dibawa mati
terlalu susah mengubah perangai yang sudah menjadi tabiat

>>rupa harimau, hati tikus
kelihatannya gagah berani, tetapi sebenarnya penakut

>>rusak anak oleh menantu
orang yang kita kasihi merusakkan harta yang kita berikan kepadanya

>>rusak bangsa oleh laku
biarpun orang berbangsa tinggi, kalau berkelakuan buruk, keturunannya yang tinggi itu tidak akan dihargai orang

>>rusak bawang ditimpa jambak
menjadi celaka karena perbuatan (kawan) sendiri

>>rusak tapai karena ragi
usaha yang gagal karena kurang hati-hati mengerjakannya

>>sabung selepas hari petang
untung-untungan (usaha atau percobaan terakhir):

>>sakit kepala panjang rambut
pura-pura sakit kepala

>>sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan
lahirnya tidak suka, tetapi sebenarnya suka sekali

>>sakit menimpa, sesal terlambat
sesudah terlanjur (terjadi), menyesal tidak ada gunanya

>>salah cotok melantingkan
jika berbuat salah, harus mau memperbaikinya

>>sama lebur sama binasa
bersahabat sehidup semati

>>sama merah, dalam hati (ditail) sama berat
sudah cocok benar (tentang suami istri)

>>sambil berdendang biduk hilir
melakukan dua pekerjaan bersama-sama (sekaligus)

>>sambil berdiang nasi masak
sekali menggarap suatu tugas, dua tiga maksud sekaligus tercapai

>>sambil menyelam minum air
mengerjakan dua pekerjaan atau lebih dalam waktu yang bersamaan

>>sambil menyeruduk (menyuruk) galas lalu
sambil bersenang-senang, maksud atau keuntungan tercapai

>>sampah itu di tepi juga
orang yang hina biasanya tidak diindahkan orang

>>sampai titik darah yang penghabisan
sampai meninggal

>>sampan ada pengayuh tidak
hendak melakukan sesuatu, tetapi tidak lengkap syarat-syaratnya

>>sampan rompong, pengayuh sompek
perkara yang tidak dapat diharapkan lagi; harapan hampir musnah

>>samun sakar berdarah tangan
setiap perkara baru boleh diputuskan sesudah cukup bukti dan keterangan

>>sarap sehelai dituilkan, batu sebuah digulingkan
sangat teliti (dalam pemeriksaan)

>>satu juga gendang berbunyi
tidak berubah; selalu sama saja

Kumpulan Peribahasa Bahasa Indonesia Lengkap (Bagian 5)

Apa kabar semua? Ini kumpulan peribahasa bagian 5, kelanjutan yang sebelumnya. Semoga bermanfaat!

>>ladang yang berpunya
perempuan yang sudah kawin

>>lading tajam sebelah
selalu mau menerima pemberian, tetapi segan memberi

>>lagi ada jangan -, sudah habis baru -
sewaktu ada pencaharian, jangan diganggu harta simpanannya, tetapi apabila tiada pencaharian lagi, barulah dipergunakan harta simpanan itu

>>lagi lauk lagi nasi
semakin kaya, semakin banyak kenalan (sahabat)

>>lagi murah , lagi menawar (= makin murah , makin menawar) pb
makin diberi, makin banyak lagi yang diminta

>>lain bengkak , lain bernanah
seseorang yang bersalah, orang lain yang menanggung atau menderita akibatnya

>>lain bengkak, lain menanah
lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman

>>lain bengkak, lain menanah
lain orang yang bersalah, lain pula orang yang menerima hukuman

>>lain biduk , lain di galang
jawaban yang bersalahan dengan pertanyaan (tidak menjawab barang apa yang ditanyakan)

>>lain di mulut , lain di hati
yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya

>>lain dulang lain kaki, lain orang lain hati
tiap-tiap orang berlainan kesukaannya

>>lain gatal lain digaruk
lain yang ditanya lain yang dijawab

>>lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
tiap-tiap negeri atau bangsa berlainan adat kebiasaannya

>>lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
tiap-tiap negeri ada adat istiadatnya sendiri

>>lain padang lain belalang
tiap-tiap negeri berlainan aturan dan adatnya

>>lain sakit lain diobat, lain luka lain dibebat
jawab yang berlainan dengan apa yang dinyatakan; yang diberikan berlainan dengan yang diminta

>>laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan
lebih banyak mengindahkan urusan orang lain daripada urusan sendiri

>>laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkan
orang lain ditolong, tetapi keluarga sendiri ditelantarkan

>>laksana apung-apung di tengah laut, dipukul ombak jatuh ke tepi
orang yang belum mantap kedudukannya atau belum bernasib baik dalam mengadu untung

>>laksana bunga dedap , sungguh merah berbau tidak
orang yang rupanya elok, tetapi tidak berbudi bahasa

>>laksana jentayu menantikan hujan
sangat merindukan sesuatu (kekasih dsb)

>>laksana manau , seribu kali embat haram tak patah
menunjukkan sesuatu yang teguh dan kuat:

>>laksana mestika gamat
perihal kelakuan, atau tabiat, atau perkataan yang baik

>>lalu (lulus) ujung, lalu (lulus) kelindan
jika maksud yg utama sudah tercapai, maksud yg lain akan tercapai juga

>>lalu penjahit lalu kelindan
apabila daya upaya yang pertama telah berhasil, daya upaya yang lain pun akan lulus pula

>>lalu penjahit, lalu kelindan
kalau usaha yang pertama berhasil, usaha yang berikut pun akan berhasil

>>lalu penjahit, lalu kelindan
kalau usahanya yang pertama berhasil, usaha yang berikut pun akan berhasil

>>lancar kaji karena diulang, pasar jalan karena diturut
kepandaian atau kemahiran didapat karena rajin berlatih

>>langkas buah pepaya
hal yang tidak mungkin; mustahil

>>lapuk oleh kain sehelai
dalam hidupnya hanya beristri (bersuami) seorang

>>laut budi tepian akal
seseorang yang banyak ilmu dan bijaksana

>>laut ditembak, darat kena
lain yang diperoleh dari yang diharapkan

>>laut ditimba akan kering
betapa pun banyaknya harta, jika selalu dibelanjakan, akhirnya akan habis juga

>>laut madu berpantaikan sakar (gula)
perkataan yang manis keluar dari mulut orang yang baik rupanya

>>laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak ditimpa hujan
bagaimanapun manusia tidak akan luput dari kekhilafan (kesalahan)

>>layang-layang putus talinya
seseorang yang sudah putus harapan, sudah tidak berdaya lagi, hanya terserah kepada nasib

>>layar menimpa tiang
kawan menjadi lawan

>>lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai
lebih baik mati daripada menanggung malu

>>lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai
seseorang yang baik, meskipun ia tidak kaya, jauh lebih berharga dan mulia daripada orang kaya yang jahat dan jahil

>>lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan
suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya

>>lemak penyelar daging
memboroskan harta benda tuannya

>>lembut seperti buah bemban
tidak kaku

>>lempar batu sembunyi tangan
melakukan sesuatu (kegiatan dsb), tetapi kemudian berdiam diri seolah-olah tidak tahu-menahu

>>lempar batu sembunyi tangan
berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu

>>lengan bagai lilin dituang
lengan yang indah bentuknya

>>lengan seperti sulur bakung
lengan yang halus di ujung, besar di tengah, dan bulat di pangkalnya

>>lepas bantal berganti tikar
seorang laki-laki kawin dengan saudara perempuan atau keluarga istrinya yang meninggal

>>lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya
lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi

>>lesung mencari alu
perempuan mencari laki-laki

>>lewat dari manis , masam, lewat dari harum, busuk
perihal orang yang mula-mula berkasih-kasihan sangat mesra, tetapi kemudian, selalu berselisih dan bertengkar

>>licin bagai belut
cerdik dan licik sehingga susah menghadapinya (menangkapnya)

>>licin karena minyak berminta, elok karena kain berselang
sindiran untuk merendahkan orang yang angkuh karena harta atau barang yang dipinjam

>>lidah tak bertulang
mudah saja mengatakan (menjanjikan) sesuatu yang berat adalah melaksanakannya

>>lihat anak pandang menantu
segala urusan anak hendaklah ditimbang-timbang dahulu apakah hal itu akan menimbulkan keadaan yang tidak baik pada menantu, sekalipun hal itu akan menguntungkan anak itu sendiri; setiap pekerjaan hendaklah ditimbang-timbang, jika baik bagi diri sendiri dan baik pula bagi orang lain, maka baru dilakukan

>>lihat anak, pandang menantu
pekerjaan (hal dsb) hendaklah ditimbang, di samping baik bagi diri sendiri hendaknya baik juga bagi orang lain

>>limau masak sebelah, perahu karam sekerat
aturan (hukum dsb) yang tidak adil, membeda-bedakan golongan, kedudukan, dsb, tidak sama rata:

>>lonjak bagai labu dibenam
orang yang sombong

>>lopak jadi perigi
naik derajat (orang miskin menjadi kaya dsb)

>>lubuk akal lautan (= tepian) ilmu (= budi)
sangat luas dan banyak pengetahuannya

>>lubuk dalam, si kitang yang empunya
setiap orang berkuasa di lingkungan sendiri

>>lubuk menjadi pantai, pantai menjadi lubuk
segala sesuatu tiada tetap

>>lulus jarum lulus kelindan
jika maksud yang satu sudah tercapai maksud yang lain dapat diharapkan tercapai pula

>>lulus tidak berselam, hilang tidak bercari
orang yang menderita sengsara, tetapi tidak ada yang mau menolong

>>lunak disudu, keras ditakik
yang penurut diperlakukan dengan lemah lembut, sedangkan yang melawan harus ditindak dengan tegas

>>lunak disudu, keras ditekik
waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras

>>lunak disudu, keras ditekik
waktu memberi perintah (menguasai), orang yang halus diperlakukan dengan cara halus, orang yang membantah diperlakukan dengan keras

>>lunak gigi dari lidah
sangat lemah lembut (merendahkan diri dsb)

>>lunak gigi dari lidah
lemah lembut

>>lupa kacang akan kulitnya
tidak tahu diri; lupa akan asalnya

>>lupak jadi perigi
naik derajat (kedudukan) seperti orang miskin menjadi kaya

>>lurus bagai piarit
orang yang tampak baik, tetapi berhati jahat

>>lurus macam bendul
sangat jujur

>>mabuk agak-agak (kira-kira)
tidak berbuat apa-apa, hanya melamun, asyik berangan-angan

>>mabuk di enggang lalu
sangat tertarik hatinya kepada orang yang belum dikenal

>>madu satu tong, jika rembes, rembesnya pun madu jua
jika baik asalnya, turunannya pun baik juga:

>>mahal - sukar dicari
sesuatu yang sukar didapat; jarang ada

>>mahal dibeli, sukar dijual, (atau mahal tak dapat dibeli, murah tak dapat diminta)
sesuatu yang sukar akan diperoleh

>>main kong kalingkong
menjalankan akal jahat untuk kepentingan diri sendiri; tidak jujur

>>makan bersabitkan
orang yg senang, tiada bekerja dan dapat makan minum yg cukup, msl dr istri yg kaya dan pemurah

>>makan bubur panas-panas
terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

>>makan hati berulam jantung
dikatakan kepada orang yang sangat bersedih hati

>>makan hati berulam jantung
bersusah hati krn perbuatan salah seorang teman karib

>>makan masak mentah
tidak membedakan halal dan haram

>>makan sudah terhidang, jamu belum jua datang
gadis yg telah besar, sudah patut bersuami, tetapi orang belum ada yg datang meminangnya

>>makan upas berulam racun
orang yg dl kesusahan dan duka cita krn diliputi marabahaya yg besar

>>maksud bagai maksud manau
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

>>malam - embun, siang bertudung awan
tidak berumah (miskin sekali)

>>malang celaka Raja Genggang, anak terbeli tunjang hilang
hal orang yang malang, waktu diperoleh maksud yang kedua, yang sudah di tangan hilang pula

>>malang tak berbau
kecelakaan tidak dapat diketahui sebelumnya

>>malang tak boleh ditolak, mujur tak boleh diraih
nasib buruk tidak dapat dicari-cari

>>maling berteriak maling
mendahului orang menyerahkan suatu kesalahan (kejahatan) supaya tidak dituduh orang

>>malu berkayuh, perahu hanyut
kalau segan berusaha tidak akan mendapat kemajuan

>>malu bertanya sesat di jalan ( malu berdayung perahu hanyut; malu makan perut lapar)
kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan

>>malu kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing)
tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh

>>malu tercoreng di kening (dahi)
mendapat malu besar

>>malu tercoreng pada kening
malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak

>>mana busuk yang tidak berbau
kejahatan (kesalahan) akhirnya akan ketahuan juga

>>mandi (berendam) tak basah
1 berbuat sesuatu tanpa mengacuhkan teguran atau peringatan; 2 tidak menaruh perasaan (belas kasihan)

>>mandi dalam cupak
serba tanggung (tidak cukup)

>>mandi sedirus
mendapat pujian yang belum pada tempatnya

>>manikam sudah menjadi sekam
tidak berguna lagi; tidak berharga lagi

>>manis daging
orang yang biasa dituduh melakukan salah satu kejahatan, padahal ia tidak bersalah

>>manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas -
segala sesuatu hendaknya ditimbang baik-baik dahulu sebelum diterima atau ditolak

>>manis mulut nya bercakap seperti sa-utan manisan, di dalam bagai empedu
mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya

>>manis seperti gula derawa, ( manis bagai gula jawa)
berpatutan, ibarat dua orang suami-istri yang sama elok rupanya

>>manusia mati meninggalkan nama (harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading)
orang terkenal walaupun sudah meninggal, ia masih tetap dikenang

>>manusia mengikhtiarkan, Allah menakdirkan
ikhtiar atau akal budi ada di tangan manusia, jadi orang harus bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai tujuannya, tetapi berhasil tidaknya usaha itu bergantung pada takdir Tuhan

>>manusia tahan kias , binatang tahan palu
mengajar manusia dengan sindiran sudah cukup, tetapi mengajar binatang harus dengan pukulan

>>manusia tertarik oleh tanah airnya, anjing tertarik oleh piringnya
orang yang berakal itu jauh pemandangannya, tetapi orang yang bodoh hanya memikirkan keperluan perutnya, kalau ia telah kenyang sudah tidak menghendaki apa-apa lagi
>>mara hinggap mara terbang, enggang lalu ranting patah

seseorang yang tidak berbuat suatu kesalahan, tetapi pada waktu terjadi suatu kejahatan ia yang dituduh berbuat kesalahan itu

>>mara jangan dipukat, rezeki jangan ditolak
jangan mencari-cari bahaya atau kecelakaan

>>marah akan tikus rengkiang dibakar
krn takut (tidak suka dsb) pd sesuatu yg kecil, dibuangnya (dirusakkannya) sesuatu yg lebih besar dan berharga, yg melibatkan sesuatu yg kecil tsb

>>masak buah rumbia
perkara yang mustahil terjadi, atau yang tidak mungkin diperoleh

>>masak di luar mentah di dalam
orang yang kelihatan baik pada lahirnya, tetapi hatinya jahat; mulut manis tetapi hati busuk

>>masak malam, mentah pagi (siang)
suatu hal yang telah putus (sudah jadi), tetapi tidak lama kemudian berubah

>>masih berbau pupuk jeringau
masuk dari kuping kiri keluar lewat kuping kanan
tidak mendengarkan nasihat

>>masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak
menyesuaikan diri dengan tempat dan keadaan

>>masuk ke telinga kanan, keluar ke telinga kiri
tidak dimasukkan ke dalam ingatan (tentang nasihat, pelajaran)

>>masuk lima keluar sepuluh
belanja yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada penghasilan (pendapatan)

>>masuk meliang penjahit keluar meliang tabuh
membelanjakan uang lebih banyak daripada pendapatan

>>masuk sarang harimau
terperangkap ke dalam suatu bahaya besar

>>masuk tak genap , keluar tak ganjil
orang yang tidak berharga dalam masyarakat

>>masuk tiga , keluar empat
pengeluaran lebih besar daripada pendapatan

>>mata
hinaan dsb yang selalu teringat dan terasa di dalam hati

>>mata memandang apa hendak sakit, bahu memikul timpa pera-saan (seberapa berat mata menentang, berat jua bahu memikul)
berapa jua susah orang melihat suatu penderitaan yang ditanggung oleh orang lain, terlebih susah jua orang yang menanggungnya

>>mata tidur, bantal terjaga
seorang istri yang berlaku serong ketika suaminya sangat percaya akan kelurusannya

>>matahari itu bolehkah ditutup dengan nyiru
suatu kebenaran yang nyata itu dapatkah dilindungkan atau disembunyikan

>>mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak
anak dan bapak wajib tolong-menolong

>>mati ayam, mati tungau
jika tuannya celaka, anak buahnya ikut merasakan celaka juga

>>mati berkafan cindai
mati dengan nama baik (terhormat)

>>mati dicatuk katak
orang yang berkuasa dikalahkan oleh orang yang lemah

>>mati dikandung tanah
mati (dipendam di dalam tanah)

>>mati dikandung tanah
mati (dipendam di dalam tanah)

>>mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya
tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya

>>mati ikan karena umpan mati sahaya karena budi
, pb manusia dapat dibujuk atau dikuasai dengan budi atau mulut manis

>>mati kuang karena bunyi
mendapat bencana karena kesombongan (perbuatan) sendiri

>>mati kuau karena bunyinya
mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri

>>mati puyuh hendakkan ekor
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin tercapai

>>mati rusa karena tanduknya
sesuatu yang menjadi kemegahan itu, kadang-kadang mencelakakan

>>mati se ladang
beristri seorang saja

>>mati semut karena gula (manisan)
orang yang mendapat bencana (tertipu dsb) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

>>mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk
sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peris-tiwa yang tidak baik karena perbuatan itu

>>mati-mati - biar licin
setiap pekerjaan janganlah kepalang, jangan diusahakan separuh jalan, tetapi dikerjakan sampai selesai

>>mati-mati berdawat biar hitam (mati-mati mandi biar basah)
tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pada kesudahannya

>>mati-mati mandi biar basah
jangan kepalang tanggung

>>mayang menolak seludang
melupakan orang yang telah memelihara sejak kecil

>>melakak kucing di dapur
berbuat aniaya dengan cara yang mudah

>>melanggar benang hitam
melanggar pantangan; melanggar adat resam

>>melangkahi ular
melakukan sesuatu yang berbahaya

>>melanting menuju tampuk
setiap usaha ada maksudnya

>>melanting menuju tampuk, berkata menuju benar
dalam rapat (perundingan), kita harus menggunakan dasar kebenaran dan kejujuran

>>melarat panjang
selalu dalam kesengsaraan

>>melekatkan kersik ke buluh
melakukan pekerjaan dengan susah payah, tetapi sia-sia

>>meletakkan api di bubungan
sengaja mencari bahaya

>>melonjak gerundang
meniru-niru lagak (cara hidup) orang besar atau orang kaya

>>meludah ke langit, muka juga yang basah
melawan atau membantah orang yang berkuasa, akhirnya sendiri yang mendapat kesusahan atau kesulitan

>>melukut di tepi gantang
perkara kecil yang tidak mendapat perhatian

>>melukut tinggal sekam melayang
yang baik tetap, yang buruk akan hilang

>>melulur bersetungging
mengerjakan sesuatu karena terpaksa (malu, takut, dsb)

>>memagar diri bagai aur
hanya memikirkan diri sendiri

>>memahat di dalam baris, berkata dalam pusaka
mengerjakan sesuatu sebagaimana mestinya

>>memakan habis-habis , menyuruh hilang-hilang
jika merahasiakan sesuatu, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya

>>memakuk dengan punggung lading
sangat menyakiti hati orang

>>memalit rembes menampung titik
biar sedikit diterima juga

>>memalit rembes menampung titik
biar sedikit diterima juga

>>memancing dalam belanga
mencari keuntungan dalam lingkungan keluarga (kawan sendiri)

>>memancing di air keruh
mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau

>>memancing di air keruh
mencari keuntungan dalam keadaan yang kacau

>>memanjat bersengkelit
belum berpengalaman

>>memanjat bersengkelit
belum berpengalaman

>>memanjat dedap
menekat (karena terpaksa)

>>memanjat dedap
menekat (karena terpaksa)

>>memanjat terkena seruda
mendapat rintangan dalam usahanya

>>memanjat terkena seruda
mendapat rintangan dalam usahanya

>>memasang pelita tengah hari
menerangkan apa-apa yang sudah tidak perlu diterangkan lagi

>>memasukkan minyak tanah
menghasut

>>membalik-balik mayat di kubur
menyebut-nyebut nama orang yang sudah meninggal

>>membandarkan air ke bukit
mengerjakan sesuatu dengan sia-sia

>>membangkit batang terendam
mengangkat kembali nama orang yang sudah lama hilang dari ingatan; mengulangi perkara yang sudah lama dilupakan

>>membangkit batang terendam
mengadakan (memunculkan) sesuatu yang telah lama hilang (seperti mengangkat penghulu yang telah lama tidak ada)

>>membasuh najis dengan malu
membuang malu dengan jalan yang lebih hina

>>membawa lapik
tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

>>membawa lapik
tamu yang berkunjung membawa bekal atau makanan sendiri ke tempat ia datang atau menumpang

>>membawakan cupak ke negeri orang
memakai adat-istiadat sendiri di negeri orang

>>membayarkan nyawa ki
mengorbankan nyawa

>>membekali budak lari
dua kali merugi

>>membeli kerbau bertuntun
membeli sesuatu tanpa dilihat dahulu; kawin dengan gadis yang belum dikenal

>>membeli kerbau di padang
membeli sesuatu dengan tidak melihat barang yang akan dibelinya

>>memberi lauk kepada orang membantai
memberi pertolongan kepada orang yang tidak perlu ditolong (orang kaya dsb)

>>membesarkan kerak nasi
menambah-nambah belanja yang tidak perlu

>>membuang bunga ke jirat
membuang-buang tenaga (uang, waktu, dsb) dengan sia-sia

>>membuang bunga ke jirat
berbuat baik kepada orang yang tidak tahu membalas budi

>>membuang garam ke laut
melakukan suatu pekerjaan yang tidak ada gunanya (seperti memberi sesuatu kepada orang kaya)

>>membuang garam ke laut
pekerjaan yang sia-sia belaka

>>membuat titian berakuk
memasang tipu muslihat untuk mencelakakan orang

>>membuat titian berakuk
memakai tipu muslihat untuk mencelakakan orang

>>membuka tambo lama
membangkit-bangkit perkara yang sudah-sudah

>>membungkus tulang dengan daun talas
menyembunyikan rahasia dengan tidak berhati-hati

>>memegang besi panas
melakukan sesuatu dengan selalu diliputi khawatir dan takut

>>memepas dalam belanga
mencari keuntungan dalam lingkungan (keluarga, teman) sendiri

>>memerah santan di kuku
mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali

>>memikul di bahu , menjunjung di kepala
mengerjakan sesuatu menurut aturan

>>meminta tanduk kepada kuda
menghendaki sesuatu yang tidak mungkin didapat

>>memperlapang kandang musang, mempersempit kandang ayam
memberi kesempatan baik kepada orang yang bermaksud jahat

>>mempertinggi semangat anjing
memperbaiki nama orang jahat (tentu sia-sia)

>>mempertinggi tempat jatuh, memperdalam tempat kena
sengaja membesar-besarkan kesalahan sendiri sehingga mendapat hukuman (kerugian) yang berat

>>menabur (menanam) biji atas batu
sia-sia belaka, seperti memberi nasihat kepada orang yang tidak mau mengindahkan

>>menabur bijan ke tasik
sia-sia saja (seperti berbuat kebaikan kepada orang yang tidak tahu membalas budi)

>>menahan jerat di tempat genting
mengambil keuntungan dari kesusahan atau penderitaan orang lain

>>menahan lukah di penggentingan
mencari untung pada waktu ada kerusuhan dsb

>>menaikkan air ke gurun
melakukan pekerjaan yang sukar sekali

>>menaikkan bandar sondai
melakukan pekerjaan yang sukar

>>menambak gunung menggarami laut
memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya

>>menambak gunung menggarami laut
memberi pertolongan kepada orang yang sekali-kali tidak memerlukannya

>>menambak gunung, menggarami air laut
memberi bantuan kepada orang yang sama sekali tidak perlu dibantu

>>menambak ke laut
pekerjaan sia-sia

>>menambak ke laut
pekerjaan sia-sia

>>menambat tidak bertali
pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah

>>menambat tidak bertali
pria dan wanita yang hidup sebagai suami istri, tetapi tidak menikah

>>menampalkan kersik ke buluh
menasihati orang dengan sia-sia saja (tidak dituruti)

>>menampalkan kersik ke buluh
menasihati orang dengan sia-sia saja (tidak dituruti)

>>menanam mumbang
mengharapkan sesuatu yang mustahil; melakukan sesuatu yang sia-sia

>>menangguk di air keruh
mencari keuntungan dsb ketika ada kekacauan (perselisihan dsb)

>>menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air
perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya

>>menangis daun bangun-bangun hendak sama dengan hilir air
perbuatan yang sia-sia hendak menyamai orang lain yang melebihi dirinya

>>menanti putih gagak hitam
mengharap sesuatu yang tidak mungkin didapat

>>menantikan ara tak bergetah
mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi

>>menantikan kuar bertelur
mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin diperoleh

>>menantikan kucing bertanduk
mengharapkan sesuatu yang mustahil

>>menari (merentak) di ladang orang
bersenang-senang memakai harta orang atau di rumah orang lain

>>mencabik baju di dada
menceritakan aib (sendiri) kepada orang lain

>>mencabik baju di dada
membuka rahasia kaum keluarga sendiri

>>mencampakkan batu ke luar
lebih suka berbuat baik kepada orang lain daripada kepada keluarga sendiri

>>mencari belalang atas akar
pekerjaan yang sia-sia

>>mencari jejak dalam air
melakukan perbuatan yang sia-sia

>>mencari kutu dalam ijuk
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mencari lantai terjungkat
mencari-cari kesalahan orang

>>mencari umbut dalam batu
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mencari yang sehasta sejengkal
menyelidiki jauh dekatnya perhubungan kerabat

>>mencencang berlandasan, melompat bersetumpu
jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat sebagai syaratnya

>>mencencang berlandasan, melompat bersetumpu (bertumpuan)
jika hendak melakukan sesuatu, hendaknya menyediakan alat atau syaratnya dahulu

>>mencencang lauk tengah helat
membukakan rahasia sendiri di hadapan orang banyak

>>mencencangkan lading patah
membanggakan sesuatu yang tidak ada harganya sama sekali

>>mencit seekor, penggada seratus
berhadapan dengan lawan yang banyak (lebih kuat dsb):

>>menconteng arang di muka
memberi malu

>>mencungkil kuman dengan alu
melakukan pekerjaan yang sia-sia

>>mendabih menampung darah
sangat tamak

>>mendabih menampung darah
sangat tamak

>>mendapat (beroleh) hidung panjang
mendapat malu atau kecewa

>>mendapat badai tertimbakan
mendapat untung yang tidak disangka-sangka

>>mendapat panjang hidung
mendapat malu

>>mendapat pisang berkubak
mendapat keuntungan yang banyak dengan mudah

>>mendapat runut ,
mendapat keterangan tentang suatu perkara yang sedang diusut

>>mendapat sama berlaba, kehilangan sama merugi
suka duka sama-sama dipikul

>>mendapat tebu rebah
mendapat untung tanpa bersusah payah

>>mendapati tanah terbalik
mendapati mayat sudah terkubur

>>mendebik mata parang
menentang orang yang berkuasa

>>mendukung biawak hidup
melakukan sesuatu atau mempunyai anak (istri dsb) yang sangat menyusahkan

>>menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk
setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

>>menebang menuju pangkal, melanting menuju tampuk
setiap tindakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuannya

>>menebas buluh serumpun
merusak seluruh nama keluarga:

>>menegakkan benang basah
melakukan pekerjaan yang mustahil dapat dilaksanakan

>>menegakkan juek-juek sesudah menyabit
sesudah perkara (pekerjaan) selesai, baru teringat akan cara yang terbaik untuk menyelesaikannya

>>menegakkan sumpit tak berisi
perbuatan yang sia-sia belaka

>>menempong menuju jih
langsung mengenai sasarannya (maksudnya)

>>menempong menuju jih
langsung mengenai sasarannya (maksudnya)

>>menengadah ke langit hijau
tidak ada harapan akan mendapat pertolongan

>>menengadah membilang layar, menangkup membilang lantai
pikirkan baik-baik sebelum melakukan pekerjaan

>>menepak nyamuk menjadi daki
melawan orang yang lemah tidak akan mendapat nama baik

>>menepik mata pedang
melawan orang yang berkuasa

>>mengadu buku jari (mengadu buku lima)
bertinju; berkelahi

>>mengadu buku lidah
berbantah; bertengkar mulut

>>mengail berumpan, berkata bertipuan
kalau menghendaki sesuatu dari orang lain, harus pandai mengambil hatinya

>>mengail dalam belanga, menggunting dalam lipatan
mempergunakan kesempatan untuk keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib kawan akibat perbuatan itu

>>mengairi sawah orang
menguntungkan orang lain

>>mengais dulu maka makan
baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)

>>mengais dulu maka makan
baru dapat makan sesudah bekerja berat (sukar hidupnya)

>>mengajar orang tua makan dadih
mengajar orang yang lebih pandai

>>mengambil bungkal kurang
merasa tersinggung oleh perkataan orang lain

>>mengata dulang paku serpih, mengata orang awak yang lebih
mencela orang, tetapi diri sendiri ternyata lebih buruk daripada yang dicela

>>mengaut laba dengan siku
selalu hendak mencari untung sebanyak-banyaknya

>>mengebat erat-erat, - mati-mati
apabila membuat perjanjian harus diatur sebaik-baiknya

>>mengebat erat-erat, membuhul mati-mati
membuat aturan (perjanjian) dengan sempurna

>>mengegungkan gung pesuk
membanggakan kekayaan (kemuliaan) masa lampau

>>mengembalikan manikam ke dalam cembulnya
memikirkan kembali apa-apa yang telah dikatakan

>>mengembang ketiak amis
menceritakan keburukan kaum keluarga sendiri

Kumpulan Peribahasa Bahasa Indonesia Lengkap (Bagian 4)

Apa kabar semua? Ini kumpulan peribahasa bagian 4, kelanjutan yang sebelumnya. Semoga bermanfaat!

>>hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari
menolong orang pada waktu kesusahan

>>harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus
tidak mau berputus asa sampai saat terakhir

>>harapkan guruh (guntur) di langit, air di tempayan ditumpahkan
mengharapkan sesuatu yang belum tentu, barang yang telah ada dilepaskan

>>harimau ditakuti karena giginya
orang besar dan berpangkat hanya ditakuti orang karena kekuasaan dan pangkatnya

>>harimau mati karena belangnya
mendapat kecelakaan karena memperlihatkan keunggulannya

>>harimau mati meninggalkan belang , gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama
orang baik akan selalu meninggalkan nama baik, sedangkan orang jahat akan meninggalkan nama buruk

>>harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading
orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati

>>harimau mengaum takkan menangkap
orang yang mengancam dsb dengan perkataan keras, biasanya tidak sampai berbuat apa-apa

>>harimau menunjukkan belang nya
orang yang memperlihatkan kekuasaannya

>>harum menghilangkan bau
keburukan tidak kelihatan karena tertutup oleh nama (perbuatan) yang baik

>>harum semerbak mengandung mala
perbuatan (jasa dsb) yang dipuji-puji, tetapi jasa tersebut diperbuat dengan jalan yang tidak baik

>>hati (sebagai) baling-baling
tidak tetap pendirian

>>hati bagai - (- di atas bukit)
tidak tetap hatinya (pendiriannya)

>>hati bak serangkak dibungkus
orang yang sangat berharap akan mendapat sesuatu yang diingininya

>>hati gajah sama dilapah , hati tuma (tungau) sama dicecah
laba atau rugi sama-sama dirasakan (dibagi secara adil)

>>hati gajah sama dilapah, hati kuman (tungau) sama dicecah (dicecap)
perolehan (laba) yang banyak dibagi sama banyak, perolehan (laba) yang sedikit dibagi juga sama sedikit

>>hati gatal mata digaruk
sangat ingin, tetapi tidak kuasa menyampaikan keinginannya itu; menyalahkan orang yang tidak bersalah
*********************************************************************************************************19/07/10

_______________________________________________________________________________03/08/2010
>>hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan
tidak mau kalah dengan orang lain

>>hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai
orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang rajin belajar akan menjadi pandai

>>hendak - air
memuji-muji seseorang sesudah orang itu difitnah dan dicemarkan namanya
_______________________________________________________________________________03/08/2010


_______________________________________________________________________________04/08/2010
>>hendak hinggap tiada berkaki
ingin berbuat sesuatu, tetapi tidak mempunyai alat sebagai syaratnya

>>hendak megah , berlawan lebih
makin banyak musuh makin besar kemasyhurannya

>>hendak menangguk ikan, tertangguk batang
mengharapkan untung, tetapi yang diperoleh kerugian

>>hendak menggaruk tidak berkuku
hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak berkemampuan

>>hendak mulia bertabur urai
jika orang ingin mendapatkan kemuliaan atau ingin mulia di mata orang lain, hendaklah berani mengeluarkan uang, jangan kikir

>>hendak panjang terlalu patah
yang suka meninggikan diri akan cepat jatuh

>>hendak terbang tiada -
hendak berbuat sesuatu, tetapi tidak ada sarana

>>hendak ulam pucuk menjulai (pucuk dicinta ulam tiba)
mendapat sesuatu yang lebih daripada yang dikehendaki

>>hidung dicium pipi digigit
kasih sayang yang semu, pura-pura saja

>>hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah
perihal menyatakan keelokan bentuk hidung dan dada perempuan

>>hidung seperti dasun tunggal
bentuk hidung yang bagus, bulat di muka dan lancip ke belakang; mancung

>>hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong
orang yang tidak turut campur dalam suatu pekerjaan menjadi susah dan yang patut susah berdiam diri

>>hidup bertimba uang
hidup boros (serba mewah, banyak membelanjakan uang)

>>hidup di ujung gurung orang
orang yang hidup melarat

>>hidup dikandung adat, mati dikandung tanah
selama hidup orang harus taat pada adat kebiasaan dalam masyarakat

>>hidup dua muara
mempunyai dua macam mata pencaharian


>>hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa
pada waktu kita hidup sebaiknya berbuat baik untuk diri sendiri dan untuk masyarakat

>>hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing
perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong

>>hidup segan mati tak hendak
hidup yang merana (karena sakit terus-menerus, melarat, sengsara, dsb)

>>hidup seperti musang
tentang orang jahat (pencuri) yang pada siang hari tidak kelihatan tetapi pada malam hari merayap mencari mangsanya

>>hidup tidak karena doa, mati tidak karena sumpah
orang harus berusaha dengan tenaga dan pikiran sendiri dan tidak mengharapkan pertolongan orang lain

>>hilang di mata di hati jangan
biarpun telah pergi jauh, jangan melupakan orang yang ditinggalkan

>>hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami
hal atau perkara yang tersembunyi, lalu diperiksa

>>hilang geli karena gelitik
kecanggungan akan hilang apabila telah menjadi kebiasaan

>>hilang kabus , teduh hujan
telah senang (aman dsb) kembali sehabis menderita kesusahan dsb
_____________________________________________________________________________________________________________________04/08/2010


_____________________________________________________________________________________________________________________
>>hilang kilat dalam kilau
(kepandaian, kebesaran, dsb) tidak menonjol lagi sesudah berada bersama orang-orang pandai, orang-orang terkenal, dsb

>>hilang rona karena penyakit, hilang bangsa tidak beruang
orang yang tidak berharta (beruang) kurang dihargai orang

>>hilang satu sepuluh gantinya
sekali-kali janganlah putus asa

>>hilang sepuh tampak senam
tampak kejahatannya; terbuka kedoknya

>>hilang tak bercari, lulus tak berselami
tidak dipedulikan lagi

>>hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya
hilang lenyap tanpa bekas; pergi tidak pernah kembali, bahkan tidak ada kabar beritanya lagi

>>hilang tentu rimbanya, mati tentu kuburnya
hal atau perkara yang sudah tentu kesudahannya

>>hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu
merasa malu, segan, dsb karena sudah berutang budi atau karena perkariban

>>hinggap bak langau , titik bak hujan
suatu hal yang tiba-tiba saja terjadi, tanpa diketahui lebih dahulu

>>hitam , hitam gagak, putih, putih udang kapai; hitam , hitam bendi, putih, putih sadah
yang hina tetap hina meskipun cantik rupanya dan yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupanya

>>hitam , hitam gula jawa
hitam tetapi manis

>>hitam , hitam kereta api, putih-putih kapur sirih
jangan disangka yang buruk rupanya itu selamanya kurang harganya, malah yang indah kelihatan itu adakalanya kurang harganya

>>hitam , hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang
barang yang buruk tetapi berguna disimpan, barang yang bagus tetapi tidak berguna dibuang

>>hitam bagai pantat belanga
sangat buruk (tentang tabiat seseorang)

>>hitam di atas putih
dengan tertulis, tidak hanya dengan perkataan saja (tentang perjanjian dsb)

>>hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam
tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya)

>>hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya
orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
__________________________________________________________________________________________________________17/12/2010


>>hitam sebagai kuali
sangat hitam

>>hitam seperti dawat
hitam berkilat-kilat

>>hitam tahan tempa, putih tahan sesah
tetap tidak berubah; tahan uji

>>hujan berbalik ke langit
orang berkuasa (pandai, kaya, dsb) minta tolong kepada orang yang lemah (bodoh, miskin, dsb)

>>hujan berpohon, panas berasal
segala hal tentu ada sebabnya

>>hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri ( hujan keris lembing di negeri kita, hujan emas perak di negeri orang, baik jua di negeri kita)
sebaik-baik negeri orang tidak sebaik negeri sendiri

>>hujan jatuh ke pasir
kebaikan yang tidak terbalas

>>hujan menimpa bumi
kita tidak dapat melepaskan diri dari perintah orang yang berkuasa

>>hujan panas - hari, senang susah - hidup
telah biasa bahwa kehidupan manusia ada kalanya susah, ada kalanya senang

>>hujan tak sekali jatuh, simpai tak sekali erat
suatu pekerjaan tidak dapat diselesaikan sekaligus; keberuntungan dan kebahagiaan itu tidak sekali datang

>>hujan tempat berteduh , panas tempat berlindung
orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

>>hujan tempat berteduh , panas tempat berlindung
orang yang selalu memberi pertolongan kepada orang banyak

>>hulu malang pangkal celaka
asal suatu kecelakaan

>>hulu mujur pandai bertenggang (bertengkar), hulu baik pandai memakai
pandai hidup dan pandai bergaul

>>hutan sudah terambah , teratak sudah tertegak
pekerjaan sudah sempurna dikerjakan

>>iba akan kacang sebuah, tak jadi memengat
karena sayang akan barang yang sedikit, tidak jadi mengerjakan hal yang diinginkan dan menyenangkan hati

>>ibarat menegakkan benang basah
melakukan sesuatu yang tidak akan berhasil; melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat dikerjakan

>>icak-icak tidak tahu,
pura-pura tidak tahu

>>ijuk tak bersagar lunak tak berbatu
seseorang yang tidak ada sanak saudaranya yang dimalui (ditakuti) orang

>>ikan belum dapat, airnya sudah keruh
pelaksanaan kerja yg tidak tepat (keadaan menjadi buruk sebelum pekerjaan itu selesai)

>>ikan biar dapat, serampang jangan pokah
maksud sampai, perkakas pun tidak rusak

>>ikan biar dapat, serampang jangan pukah
biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yg merugikan

>>ikan di hulu, tuba di hilir
perbuatan yg sia-sia

>>ikan di laut, asam di gunung, bertemu dalam belanga
biarpun tinggal berjauhan, kalau sudah jodoh akan menjadi suami istri juga

>>ikan gantung, kucing tunggu
kesal melihat barang yg diingini, tetapi tidak mungkin didapat

>>ikan lagi di laut, lada garam sudah dalam sengkalan
bersiap-siap mengecap hasil pekerjaan yg belum pasti berhasil

>>ikan pulang ke lubuk
telah kembali ke tempat (asalnya) yg dicintainya

>>ikan seekor rusakkan ikan setajau; ikan sekambu rusak oleh ikan seekor
hanya krn keburukan sedikit (kecil), semuanya ikut menjadi buruk

>>ikan terkilat, jala tiba
1 sangat pandai dan tajam dl menangkap perkataan orang; 2 tindakan yg cepat dilakukan (untuk menghadapi sesuatu)

>>ikhtiar menjalani untung menyudahi
orang harus berusaha, jika ingin mencapai suatu maksud (tercapai atau tidaknya bergantung kepada nasib)

>>ikut hati mati, ikut mata buta
jika selalu menuruti nafsu, akhirnya akan mendapat celaka

>>ikut hati mati, ikut rasa binasa
jika hanya menuruti hawa nafsu tentu akan celaka

>>ilmu padi, makin berisi makin runduk
makin banyak pengetahuan makin rendah hati

>>inai tertepung kuku tanggal
sesuatu yang sudah selesai dikerjakan, tetapi akhirnya ada kesukaran (kesusahan dsb)

>>indah kabar dari rupa
berita yang tersebar biasanya lebih hebat daripada kenyataan yang sebenarnya

>>indah kabar dari rupa
biasanya kabar selalu melebihi keadaan sebenarnya

>>indah kabar dari rupa
biasanya kabar lebih baik daripada keadaan yang sebenarnya

>>ingat sebelum kena, berhemat sebelum habis
ikhtiar harus dijalankan sebelum terlambat

>>ingin buah manggis hutan, masak ranum tergantung tinggi
ingin akan barang sesuatu, tetapi amat susah diperoleh

>>intan disangka batu kelikir
tidak pandai menghargai sesuatu; tidak mengetahui harga (nilai) sesuatu dengan sebenarnya

>>isi lemak dapat ke orang, tulang bulu pulang ke kita
orang lain mendapat senangnya, kita mendapat susahnya saja

>>itik berenang di laut (air), mati kehausan
menderita kesusahan karena tidak dapat (atau tidak mendapat kesempatan) memanfaatkan kekayaan yang ada

>>itik bertaji
sangat penakut, tetapi sombong

>>jadi abu arang
sudah usang atau basi (tentang pembicaraan dsb)

>>jadi alas cakap
sebagai imbalan jasa yang telah dibuat

>>jadi bumi langit
menjadi orang tempat menggantungkan nasib dan harapan

>>jadi kain basahan
sudah menjadi miskin (hina); hilang kekayaannya (kemuliaannya dsb)

>>jadi mata telinga (jadi kaki tangan)
seseorang yang menjadi harapan atau kepercayaan, yang selalu memberi pertolongan

>>jahit sudah kelindan putus
telah selesai sama sekali

>>janda belum berlaki
gadis yang dipermainkan oleh laki-laki lalu ditinggalkan

>>jangan diperlebar timba ke perigi, kalau tak putus, genting
jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua

>>jangan diperlelarkan timba perigi, kalau tak putus genting
kejahatan itu jika diulang-ulang akhirnya mencelakakan juga

>>jangan ditentang matahari condong, takut terturut jalan tak berintis
hendaklah kita selalu ingat dan cermat, jangan teperdaya atau tergoda akan sesuatu yang elok, tetapi mungkin mendatangkan bahaya

>>jangat liat kurang panggang
tidak dapat diajar

>>janji sampai, sukatan penuh
sudah sampai ajalnya

>>jaras dikatakan raga jarang
mencela orang lain, padahal diri sendiri ada celanya juga

>>jatuh di atas tilam
mendapat kesenangan hidup

>>jatuh diimpit tangga
ditimpa kesukaran berturut-turut

>>jauh bau bunga , dekat bau tahi
sanak saudara yang bila jauh selalu terkenang, bila dekat selalu bertengkar

>>jauh berjalan banyak dilihat
kalau bepergian ke mana-mana akan memperoleh banyak pengalaman

>>jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa
sudah berpengalaman banyak

>>jauh dapat ditunjuk, dekat dapat ditunjal
apa yang dikatakan dapat dibuktikan kebenarannya

>>jauh di mata di hati jangan
biarpun tempat berjauhan, jangan lupa-melupakan

>>jauh di mata, dekat di hati
bertempat tinggal tidak berdekatan, tetapi jiwa (hati) selalu merasa dekat

>>jauh panggang dari api
tindakan yang tidak sesuai dengan maksudnya; tawaran yang jauh di bawah harga:

>>jauh panggang dari api
tidak kena; tidak benar (tentang jawaban, sindiran); banyak bedanya

>>jelatang di hulu air
sesuatu yang selalu menyusahkan

>>jerat halus kelindan sutra
tipu muslihat yang sangat halus

>>jerat semata bunda kandung
anak tunggal yang menjadi buah hati

>>jerih menentang boleh, rugi menentang laba
suka menolong

>>jika belalang ada seekor, jika emas ada miang
segalanya ada aturannya sendiri

>>jika benih yang baik jatuh ke laut, menjadi pulau
orang yang berketurunan baik, ke mana pun perginya akan bersifat baik juga

>>jika kasih akan padi , buanglah rumput
jika kasih kepada anak istri, berhentilah mengasihi perempuan lain

>>jika langkah sudah terlangkahkan , berpantang dihela surut
suatu pekerjaan yang telah dimulai dengan saksama, sekali-kali jangan dihentikan sebelum tujuan tercapai

>>jika pisau tiada -, makin dikikir bertambah tumpul
anak yang dungu, makin diajar semakin bodoh

>>jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan (ditanjakkan)
menggunakan segala daya upaya untuk mencapai maksud

>>jika takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai
kalau takut mendapat kesusahan, jangan mengerjakan hal-hal yang berbahaya

>>jika tidak pecah ruyung , di mana boleh mendapat sagu
tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha

>>jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak di hilirnya keruh juga
jika seseorang jahat asalnya, jahat juga kelakuannya

>>jikalau tidak berada-ada (ada berada, ada mengada), masakan tempua bersarang rendah
jika tidak ada sebab-sebabnya (sesuatu yang tersembunyi), tentu tidak akan terjadi yang luar biasa

>>jinak-jinak merpati
kelihatannya ramah dan mudah didapat, tetapi sebenarnya tidak (tentang wanita)

>>jiwa bergantung di ujung rambut
selalu gelisah karena tidak tentu nasibnya

>>jual sutra beli mastuli
kehilangan sesuatu yang berharga mendapat pengganti yang lebih baik

>>jung pecah yu yang kenyang
jika negeri tidak berpemerintahan atau terjadi huru-hara, orang-orang jahatlah yang akan beruntung

>>jung satu, nakhoda dua
dua pemimpin dalam satu jabatan

>>Jw ki
sebagai banteng yang luka terkena senjata (tentang orang yang melawan atau mempertahankan diri dengan gigih)

>>kacang lupa akan kulitnya
tidak tahu diri; lupa akan asalnya

>>kadok naik junjung
orang hina (miskin dsb) merasa mulia (kaya dsb)

>>kail sebentuk, umpan seekor, sekali putus, sehari berhanyut
berbuat sesuatu dengan tidak memikirkan hal-hal yang mungkin menghambat usahanya (seperti pergi jauh tidak cukup bekal, berniaga tidak cukup modal)

>>kain basah kering di pinggang
miskin sekali

>>kain dalam lipatan
perempuan yang berbuat jahat (mesum) dengan sembunyi- sembunyi

>>kain lama dicampak buang, kain baru pula dicari
menceraikan istri tua dan mencari istri muda

>>kain pendinding miang, uang pendinding malu
segala sesuatu hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, jangan kikir

>>kain sehelai berganti-ganti
perihal sangat miskin suami istri

>>kaki naik, kepala turun
selalu sibuk bekerja

>>kaki tertarung, inai padahannya (mulut terdorong, emas padahannya)
harus berani menanggung akibat perbuatan atau janji sendiri

>>kaki untut dipakaikan gelang
memakai sesuatu untuk memperelok diri, tetapi malahan bertambah buruk

>>kalah jadi abu , menang jadi arang
pertengkaran tidak akan menguntungkan kepada pihak mana pun

>>kalau bangkai galikan kuburnya, kalau hidup sediakan buaiannya
lebih baik menunggu dengan tenang apa yang akan terjadi, lalu mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil

>>kalau di bawah melompat, lalu di atas -
menyesuaikan diri dengan adat kebiasaan penduduk tempat tinggalnya

>>kalau getah meleleh, kalau daun melayang
dalam keadaan sulit hanya sanak saudara kitalah yang selalu dekat pada kita, sedangkan orang lain akan menjauh

>>kalau guru makan berdiri, maka murid makan berlari
kelakuan murid mencontoh kelakuan guru, biasanya dl hal yg tidak baik

>>kalau kena tampar , biar dengan tangan yang pakai cincin, kalau kena tendang, biar dengan kaki yang pakai kasut
jika diberi malu oleh perempuan, lebih baik oleh perempuan baik-baik daripada oleh perempuan jalang

>>kalau kubuka tempayan budu, baharu tahu
kalau kubuka rahasiamu, tentu engkau akan malu

>>kalau laba bercikun-cikun, buruk diberi tahu orang
apabila beroleh kesenangan diam saja, tetapi apabila menderita kesusahan berkeluh kesah atau minta tolong kepada orang lain

>>kalau menampi jangan tumpah padinya
mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

>>kalau menampi jangan tumpah padinya
mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya

>>kalau pandai menggulai badar pun menjadi tenggiri
orang yang pandai meskipun kurang alat syaratnya, dapat juga mengerjakan sesuatu dengan baik

>>kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri
kalau pandai mengatur (menyusun dsb), barang yang kurang baik pun akan menjadi baik juga

>>kalau pandai meniti buih , selamat badan sampai ke seberang
jika dapat mengatasi kesukaran tentu maksud dapat dicapai

>>kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi
kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai

>>kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai
kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu

>>kapal besar ditunda jongkong
orang berkuasa yang menurut perintah orang kecil

>>kapal satu nakhoda dua
satu pekerjaan yang dikepalai dua orang

>>karam berdua basah seorang
dua orang berbuat salah, tetapi hanya seorang yang kena hukum

>>karam berdua, basah seorang
dua orang berbuat salah, seorang saja yang kena hukum

>>karam sambal oleh belacan
mendapat kerugian karena perbuatan orang kepercayaan atau yang dikasihi

>>karam tidak berair
mendapat bencana tanpa sebab

>>karena mata buta, karena hati mati
orang yang menurutkan hawa nafsunya akhirnya binasa

>>karena mulut bisa binasa
mendapat celaka karena perkataannya

>>karena nila setitik, rusak susu -
karena kejahatan atau kesalahan yang kecil, hilang segala kebaikan yang telah diperbuat

>>karena nila setitik, rusak susu sebelanga
hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk

>>karena pijat-pijat mati tuma
mendapat (ke)celaka(an) karena berteman dengan orang jahat atau karena (ke)salah(an) orang lain

>>kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan
cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak

>>kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan (sayang di anak dibenci, sayang di negeri ditinggalkan)
yang disayangi itu hendaknya jangan terlalu dimanjakan

>>kata berjawab, gayung bersambut
balas kecaman dengan cepat dan tepat

>>kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari
janji harus ditepati dan hanya boleh diubah setelah diperoleh kebulatan kata pula

>>kata dahulu bertepati, kata kemudian kata bercari
sesuatu yang telah dijanjikan (ditentukan) dahulu harus ditepati, sedangkan hal yang timbul kemudian (belakangan) harus dimufakatkan lagi

>>katak hendak jadi lembu
orang hina (miskin, rendah) hendak menyamai orang besar (kaya dsb); congkak; sombong

>>kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua
sahabat di waktu senang banyak, sahabat di waktu susah (melarat) sedikit

>>ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun
seia sekata

>>ke hulu kena bubu, ke hilir kena tengkalak
tidak dapat terhindar dari bahaya

>>ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang
selalu sial

>>ke hulu menongkah surut, ke hilir menongkah pasang
orang yang selalu sial

>>ke langit tak sampai, ke bumi tak nyata
setengah-setengah, kepalang tanggung di dl menyelesaikan pekerjaan atau mempelajari ilmu

>>ke mana condong , ke mana rebah
pekerjaan yang sudah dilakukan menurut adat atau kebiasaan

>>ke mana dialih, lesung berdedak juga
sesuatu yang memang merugikan (menyusahkan), di mana pun akan merugikan juga

>>ke mana kelok lilin , ke sana kelok loyang
tidak punya pendirian, selalu mengikut kata orang lain

>>ke mana tumpah hujan dari bubungan, kalau tidak ke cucuran atap
anak akan menurut sifat atau teladan orang tuanya

>>ke mudik tentu hulunya, ke hilir tentu muaranya
suatu maksud atau niat hendaklah tentu wujud atau tujuannya

>>ke sawah berlumpur ke ladang berarang
tiap pekerjaan ada kesukarannya

>>ke sawah tidak berlubuk, ke ladang tidak berarang
mendapat untung dsb tidak dengan bersusah payah; tercapai maksudnya

>>ke sawah tidak berluluk , ke ladang tidak berarang
tidak mau bekerja; pemalas

>>kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah
manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

>>kecil dikandung ibu, besar dikandung adat, mati dikandung tanah
manusia itu selalu terikat oleh tata tertib masyarakat, tidak pernah bebas sama sekali

>>kecil tapak tangan, nyiru ditadahkan
ingin mendapat sebanyak-banyaknya

>>kecil teranja-anja, besar terbawa-bawa (sudah tua terubah tidak)
segala sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dari kecil sukar untuk mengubahnya

>>kecil-kecil anak kalau sudah besar onak
anak itu selagi kecil menyenangkan hati, tetapi kalau sudah besar menyusahkan hati (karena kelakuannya dsb)

>>kecil-kecil cabai rawit
kecil tetapi ampuh (berani)

>>kecil-kecil cabai rawit
tampaknya kecil, tetapi cerdik (pemberani, membahayakan)

>>kecil-kecil lada api (padi, kutuk)
kecil tetapi berani (pandai dsb)

>>kelam bagai malam dua puluh tujuh
suatu hal atau perkara yang sangat gelap, tidak ada bayangan sedikit pun bagaimana akan memeriksa dan menyelidikinya

>>kelam disigi lekung ditinjau, Mk pb
segala hal yang kurang terang harus diselidiki baik-baik

>>keledai hendak dijadikan kuda
orang bodoh hendak disamakan dengan orang pandai

>>kelekatu hendak terbang ke langit
hendak mencapai sesuatu yang tidak mungkin

>>keli dua selubang
seorang perempuan mempunyai kekasih dua orang

>>kelihatan asam kelatnya
kelihatan sifatnya yang kurang baik

>>kelik-kelik dalam baju
musuh dalam selimut

>>keluar tak mengganjilkan , masuk tak menggenapkan (masuk tidak genap, keluar tidak ganjil)
hal (orang) yang tidak terpandang sedikit juga dalam masyarakat

>>kemiri jatuh ke pangkalnya
beroleh tempat yang pantas; kembali ke tempat asalnya

>>kena kecipuk orang -
terlibat dalam perkara orang lain; turut menderita akibat kesalahan orang lain

>>kena kelikir
berada di bawah kekuasaan seseorang

>>kena pedang bermata dua
amat sakit hatinya

>>kena sepak belakang
tertipu oleh perbuatan orang yang tidak mau berterus terang atau yang tidak jujur

>>kendur menyusut, tegang memutus
dikatakan tentang cara memerintah atau mengurus sesuatu yang kurang baik, yaitu kelemahan yang menyebabkan kekacauan dan kekerasan yang menimbulkan kerusuhan

>>kenyang (banyak) makan garam
sudah berpengalaman dl hidup

>>kepak singkat, terbang hendak tinggi
kemampuan sedikit, cita-cita tinggi

>>kepala sama -, pendapat berlain-lainan
setiap orang berlainan pendapatnya

>>kepala sama bulu, pendapat berlain-lainan
setiap orang berlainan pendapatnya

>>kepala sama hitam (berbulu), pendapat berlain-lain
tiap orang berlain-lain pendapatnya

>>kera kena belacan
sangat gelisah (kurang senang dsb)

>>kera kena belacan
sangat gelisah (kurang senang dsb)

>>kera men-jadi monyet
sama saja halnya

>>kera menegurkan tahinya
membukakan kehinaan sendiri

>>kera menegurkan tahinya
membukakan kehinaan sendiri

>>kera menjadi monyet
sama saja

>>keras bagai batu, tinggi bagai bukit
tidak mau menurut perintah

>>keras ditakik, lunak disudu
segala perintah hendaklah diberikan dengan penuh kebijaksanaan

>>kerat rotan , patah arang
telah putus sama sekali; tidak dapat didamaikan lagi

>>kerbau menanduk anak
hanya pura-pura saja; tidak dengan sungguh-sungguh

>>kerbau punya susu, sapi punya nama
seseorang yang membuat kebaikan atau bersusah payah, tetapi orang lain yang mendapat pujian

>>kerbau runcing tanduk
orang yang telah terkenal kejahatannya

>>kerbau seratus dapat digembalakan, manusia seorang tiada terkawal
menjaga seorang perempuan lebih sukar daripada menjaga binatang yang banyak

>>kerbau turun berendam ki
waktu pukul lima petang

>>kerosok ular di rumpun bambu
tidak perlu takut akan gertakan atau ancaman orang

>>kesat daun pimping
dikatakan kepada orang yang tidak selamanya lemah saja (kalau perlu dapat bertindak keras juga)

>>kesturi mati karena baunya
mendapat kecelakaan karena perbuatannya sendiri

>>ketahuan hina mulianya
mengetahui kedudukan yang sebenarnya

>>ketam menyuruhkan anaknya berjalan betul
orang yang memberi nasihat, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang dinasihatkannya itu

**ki
tertawa dengan suara seperti batu berjatuhan dari gunung
**ki
menentang penguasa
**ki
semakin tua semakin baik (lebih enak dsb)
**ki
tertawa dengan suara seperti batu berjatuhan dari gunung

>>kicang-kecoh ciak
perkara yang akan diperiksa hendaklah ada buktinya

>>kilat di dalam kilau
ada maksud tertentu yang terselubung dalam perkataan (gerak-gerik dsb)

>>kini gatal besok digaruk
pertolongan yang datangnya terlambat

>>kita di pangkal merawal dia di ujung merawal
tanggungan kita lebih berat daripada tanggungannya

>>kita semua mati , tetapi kubur masing-masing
lain orang lain pikirannya

>>kodok dapat bunga sekuntum
sia-sia saja (tidak dapat mempergunakan sesuatu yang baik)

>>koyak tak berbunyi
melakukan sesuatu yang kurang baik, tetapi tidak diketahui orang

>>kuat burung karena sayap
tiap-tiap orang memiliki kekuatannya (kemampuannya)

>>kuat ikan karena radai (kuat burung karena sayap, kuat ketam karena sepit)
tiap-tiap orang ada kekuatannya (kelebihannya) sendiri

>>kuat ketam karena sepit
seseorang ditakuti hanya selama ia berkuasa

>>kuat sepit karena kempa
orang kuat dalam suatu perkara karena ada yang menolong di belakangnya

>>kucing pergi tikus menari
jika kepala (kantor, perusahaan, dsb) pergi bawahannya bersuka ria

>>kuda pelejang bukit
orang yang menjadi kaki tangan (alat, perkakas) orang lain

>>kudis menjadi tokak
perkara yang kecil menjadi besar

>>kuman beri bertali
melakukan sesuatu yang tidak mungkin

>>kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak
kesalahan (kekurangan) orang lain walaupun kecil sekali akan kelihatan, tetapi kesalahan (kekurangan) sendiri (meskipun besar) tidak kelihatan

>>kumbang tidak seekor (bunga tidak sekaki)
masih banyak pria (wanita) lain tempat menambatkan hati

>>kundur tidak melata pergi, labu tidak melata mari
persetujuan (persahabatan dsb) harus dari kedua belah pihak datangnya

>>kuning oleh kunyit, hitam oleh arang
mudah dihasut atau dipuji

>>kura-kura (hendak) memanjat kayu
sesuatu yang mustahil tercapai (terjadi dsb)

>>kurang taksir , hilang laba
kurang hati-hati mungkin akan mendatangkan kerugian (kesusahan dsb)

>>kurang-kurang bubur , lebih-lebih sudu (sudu yang lebih)
perkara kecil yang dibesar-besarkan karena menjadi buah bibir orang; sedikit pengetahuan, tetapi cakap besar

>>kusut diselesaikan, keruh diperjernih
perselisihan hendaklah diselesaikan secara baik-baik

>>laba sama dibagi, rugi sama diterjuni
bersahabat sehidup semati

>>laba tertinggal, harta lingkap
tidak beroleh laba sama sekali, bahkan modalnya ikut habis

>>labu dikerobok tikus
gadis yang bukan perawan lagi